Berita Daerah

Rakor Pendidikan 2026, Wabup Taput Tekankan Optimalisasi BOS dan Program TABIR

203
×

Rakor Pendidikan 2026, Wabup Taput Tekankan Optimalisasi BOS dan Program TABIR

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Tahun 2026 secara daring (webinar), yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kamis (22/1/2026).

Rakor pendidikan ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan tingkat SD se-Kabupaten Tapanuli Utara.

Sejumlah pejabat turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Bupati Tapanuli Utara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Betty Sitorus, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, serta Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP.

Dalam rakor tersebut dipaparkan berbagai program strategis pendidikan tahun 2026. Program-program tersebut meliputi optimalisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pengembangan 37 sekolah unggulan, pelaksanaan asesmen pendidikan, Olimpiade Sains Nasional (OSN), Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SD dan SMP, pemetaan guru dan kepala sekolah, digitalisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat kabupaten, penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah (TPPKS), penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), serta pemutakhiran data Dapodik.

Wakil Bupati Tapanuli Utara dalam arahannya menegaskan bahwa rakor secara daring merupakan sarana yang efektif untuk menyampaikan kebijakan pemerintah daerah kepada seluruh satuan pendidikan secara merata dan efisien.

Ia menekankan bahwa Dana BOS merupakan jantung operasional sekolah sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara disiplin, transparan, dan tepat sasaran. Menurutnya, kepala sekolah memegang peran strategis sebagai motor penggerak utama dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Kepala sekolah harus disiplin, menjadi teladan, serta mampu mengelola sekolah secara profesional dengan melibatkan seluruh unsur sekolah,” tegasnya.

Selain itu, Wakil Bupati mendorong pelaksanaan koordinasi berkelanjutan melalui forum komunitas guru seperti KKG, MGMP, MKKS, dan KKKS. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) sebagai instrumen evaluasi dan monitoring peningkatan kualitas pendidikan.

Wakil Bupati turut mengingatkan pentingnya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, serta penguatan kembali implementasi program SAITAPAIAS di seluruh satuan pendidikan.

Sejalan dengan branding daerah tahun 2026, TABIR (Tapanuli Utara Bersih, Indah, dan Rapi), seluruh sekolah diminta untuk menata dan menjaga lingkungan sekolah agar lebih asri, bersih, dan tertib. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga akan melakukan evaluasi kinerja kepala sekolah secara berkala sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.(Torop Pers)