Nasional

Wabup Simalungun Hadiri Gerakan Penanaman 1 Juta Bibit Pohon GEKIRA

93
×

Wabup Simalungun Hadiri Gerakan Penanaman 1 Juta Bibit Pohon GEKIRA

Sebarkan artikel ini

TAPUT – Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, mewakili Bupati Simalungun menghadiri kegiatan Penanaman 1 Juta Bibit Pohon yang digagas Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Minggu (11/1/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional pemulihan lingkungan sekaligus penguatan solidaritas sosial pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Solidaritas, Menjaga Masa Depan Bangsa”, aksi penanaman pohon dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina GEKIRA sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo.

Program tersebut dinilai sejalan dengan agenda nasional pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, krisis lingkungan, serta meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Simalungun menegaskan bahwa persoalan lingkungan saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah menjadi isu strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, lintas daerah, dan lintas elemen masyarakat.

“Apa yang dilakukan GEKIRA hari ini merupakan aksi nyata menjawab tantangan nasional, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga mitigasi bencana. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung gerakan seperti ini karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Bibit pohon yang ditanam secara simbolis adalah pohon aren, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain mampu menahan erosi dan mengurangi risiko longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah rawan bencana, pohon aren juga memiliki nilai ekonomi strategis.

Menurut Wakil Bupati, aren sejalan dengan isu nasional ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan. “Aren bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal masa depan ekonomi rakyat. Hasilnya dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung ketahanan ekonomi nasional,” tambahnya.

Ia berharap gerakan ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Merawat bumi adalah bagian dari menjaga masa depan Indonesia. Ketika pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat bergerak bersama, maka tantangan sebesar apa pun dapat kita hadapi,” pungkasnya.

Selain fokus pada pemulihan lingkungan, GEKIRA juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan 10 ribu paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas kebangsaan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pembina GEKIRA sekaligus Koordinator Pelaksana Acara Nurdin Tampubolon, Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi, Sekretaris Jenderal PP GEKIRA Yeremias Ndoen, dan Bendahara Umum PP GEKIRA Dimpos Tampubolon. Hadir pula jajaran Kabinet Merah Putih, yakni Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution, serta Ephorus HKBP Victor Tinambunan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog kebangsaan di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Tarutung, yang diikuti para kepala daerah se-Sumatra Utara.

Dialog tersebut membahas isu-isu strategis nasional, mulai dari keberlanjutan lingkungan, peran masyarakat sipil dalam pembangunan, hingga penguatan persatuan di tengah tantangan global.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat korban bencana melalui perwakilan para bupati.(Ril)