PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn mengikuti upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2025 dan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Jenderal Soedirman, Rindam I/Bukit Barisan, Jalan Argasari, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Rabu (7/1/2026).
Usai upacara, Wali Kota Wesly Silalahi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti acara ramah tamah di Aula Lounge I. Selanjutnya, rombongan mengikuti Video Conference Panen Raya Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kegiatan Panen Raya Nasional tersebut terhubung langsung dengan pusat acara di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Ketua Komisi IV DPR RI, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus menunjukkan solidnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta institusi TNI–Polri hingga tingkat kewilayahan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Sandi Kamidianto, SIP, MIP, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, SH, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, SH, SIK, MH, Danrindam I/BB Mayjen TNI Abdul Razak Rangkuti, S.Sos, M.Han, M.Si, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, Bupati Simalungun Dr H. Anton Achmad Saragih, SH, MM, Wakil Bupati Toba Drs Audi Murphy O. Sitorus, SH, M.Si, serta sejumlah pejabat utama Kodam I/BB dan perwakilan TNI AL.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan panen raya membuktikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri tanpa ketergantungan pada impor beras medium. Presiden juga memastikan stok beras pemerintah berada pada kondisi aman, pasokan terjaga di berbagai sentra produksi, serta stabilitas harga di tingkat konsumen semakin terkendali.

Prabowo menekankan bahwa swasembada pangan merupakan agenda prioritas nasional sebagai fondasi ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan kesejahteraan rakyat. Melalui kerja kolektif lintas sektor, Indonesia pada akhir tahun 2025 berhasil mencapai target swasembada pangan sesuai dengan perencanaan nasional.
Usai kegiatan, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan bahwa panen raya nasional menjadi simbol kuatnya kolaborasi dan keterpaduan antara pemerintah pusat dan daerah, dengan dukungan aktif TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.(Ril)





