Berita Daerah

Hari Ibu ke-97 Diperingati di Polres Simalungun, Wakapolres Soroti Peran Strategis Perempuan

74
×

Hari Ibu ke-97 Diperingati di Polres Simalungun, Wakapolres Soroti Peran Strategis Perempuan

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Lapangan apel Markas Komando (Mako) Polres Simalungun di Jalan Jhon Horailam Saragih, Pamatang Raya, dipenuhi barisan khidmat personel Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (22/12/2025) pagi. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Ibu ke-97 yang tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045.”

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Simalungun, Kompol Edi Sukamto, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara. Turut hadir jajaran pejabat utama Polres Simalungun, di antaranya Kabag SDM Kompol Manaek Sahala Ritonga, Kabag Log Kompol Pandapotan Butar-butar, para Kasat, Kasie, serta seluruh personel Polri dan ASN Polres Simalungun.

Dalam keterangannya usai upacara, sekitar pukul 11.00 WIB, Kompol Edi Sukamto menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menghargai peran dan kontribusi perempuan Indonesia dalam membangun bangsa.

“Peringatan Hari Ibu ini adalah bentuk penghormatan atas perjuangan, pengabdian, dan kontribusi nyata perempuan Indonesia dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Wakapolres.

Ia menjelaskan, Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis yang mendalam dan berbeda dengan peringatan Mother’s Day di negara lain. Hari Ibu lahir dari semangat perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengisi pembangunan nasional.

“Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang digelar pada tahun 1928 di Yogyakarta. Dari sanalah perempuan Indonesia bersatu, bersuara, dan menetapkan arah perjuangan bersama,” jelasnya, seraya menyebutkan penetapan Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat sesuai tata upacara resmi, diawali pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan sejarah singkat Hari Ibu, serta diiringi lantunan Hymne dan Mars Hari Ibu yang dinyanyikan penuh semangat oleh seluruh peserta.
Momen penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa perempuan Indonesia bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga motor penggerak perubahan.
“Perempuan Indonesia telah menjadi agen perubahan, penggerak inovasi, pejuang keadilan, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Wakapolres saat membacakan amanat Menteri.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan seperti beban ganda, stigma sosial, keterbatasan akses, serta kekerasan berbasis gender, perempuan Indonesia dinilai terus menunjukkan ketangguhan dan daya juang yang luar biasa.

“Kemajuan bangsa tidak pernah terpisah dari kemajuan perempuan. Dengan kreativitas dan keteguhan, perempuan Indonesia terus berkontribusi nyata bagi pembangunan,” tegasnya.
Kompol Edi Sukamto juga menyoroti peran strategis perempuan di berbagai sektor, mulai dari pelaku UMKM, petani, buruh, tenaga kesehatan, pendidik, hingga perempuan yang berkarya di bidang pemerintahan, politik, olahraga, seni, dan teknologi.

“Dalam ruang domestik maupun publik, perempuan Indonesia hadir, bekerja, mencipta, merawat kehidupan, dan memastikan keberlangsungan generasi bangsa,” ujarnya.

Peringatan Hari Ibu ke-97 ini, lanjut Wakapolres, sejalan dengan agenda nasional melalui implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem perlindungan, penghapusan diskriminasi, serta percepatan pemberdayaan perempuan.

Pemerintah juga terus memperkuat kerangka hukum melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta pengarusutamaan gender di seluruh sektor pembangunan.
“Semua kebijakan tersebut bertujuan agar perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang setara, terlindungi dari kekerasan, bebas dari diskriminasi, serta mampu berdaya dan berkarya sesuai potensi terbaiknya,” katanya.

Di akhir amanat, Wakapolres mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, organisasi perempuan, dunia pendidikan, hingga media—untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kepada seluruh perempuan Indonesia, terima kasih atas kekuatan, kasih sayang, daya juang, serta karya nyata yang terus mewarnai perjalanan bangsa. Selamat Hari Ibu ke-97,” pungkasnya.
Upacara ditutup dengan doa bersama dan nyanyian Andhika Bhayangkari. Sekitar pukul 09.30 WIB, Inspektur Upacara meninggalkan lapangan dan kegiatan resmi dinyatakan selesai.(Ril)