Nasional

Menteri PKP dan Mendagri Groundbreaking Hunian Tetap Korban Bencana di Tapteng

91
×

Menteri PKP dan Mendagri Groundbreaking Hunian Tetap Korban Bencana di Tapteng

Sebarkan artikel ini

TAPTENG – Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya dalam pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan groundbreaking pembangunan 118 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana alam di kawasan Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (21/12/2025).

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap tersebut direalisasikan melalui kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sebagai bentuk respons cepat pemerintah atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia.

“Hari ini kita bergerak cepat untuk membangun hunian tetap bagi saudara-saudara kita. Presiden mengerahkan seluruh kementerian agar kompak membantu rakyat. Ini bukan hunian sementara, tetapi hunian tetap yang layak dan manusiawi,” ujar Maruarar.

Ia menegaskan, pembangunan 118 unit huntap di kawasan Asrama Haji Pinangsori menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam memastikan warga terdampak bencana memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana. Pemerintah, kata Tito, telah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah sesuai dengan tingkat kerusakan.

“Masyarakat tidak akan dibiarkan. Negara hadir untuk memperbaiki tempat tinggal, baik yang rusak ringan, sedang, parah, maupun yang hanyut. Untuk rumah rusak ringan disiapkan bantuan sekitar Rp20 juta, rusak sedang Rp40 juta. Anggarannya sudah tersedia, tinggal melengkapi data agar segera disalurkan,” jelas Tito.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama atas hibah lahan seluas 1,3 hektare di kawasan Asrama Haji Pinangsori yang digunakan untuk pembangunan hunian tetap.

“Awalnya tanah ini dihibahkan Pemkab Tapteng kepada Kemenag. Karena sudah lama tidak dimanfaatkan, kami meminta agar dihibahkan kembali. Dari total sekitar 8 hektare, yang disetujui seluas 1,3 hektare. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag atas kepeduliannya kepada masyarakat Tapteng,” ujar Masinton.

Selain lokasi Asrama Haji, Pemkab Tapteng juga telah menyiapkan lahan tambahan untuk pembangunan hunian tetap, masing-masing seluas 2 hektare dari PT Mujur Timber dan 10 hektare dari PT Teluk Nauli.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapteng juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperjuangkan hak masyarakat, khususnya terkait kewajiban perusahaan perkebunan sawit dalam menyediakan plasma 20 persen bagi warga.

“Kami telah menegaskan kepada seluruh perusahaan sawit di Tapteng agar memenuhi kewajiban plasma 20 persen untuk masyarakat. Puluhan tahun berusaha, tetapi kewajiban itu belum dipenuhi. Hari ini rakyat membutuhkan, dan itu harus diberikan. Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk menegakkan aturan ini,” tegasnya.

Kegiatan groundbreaking pembangunan hunian tetap ini turut dihadiri perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Wakil Bupati Tapteng, Kapolres Tapteng, Kajari Sibolga, Wali Kota Sibolga, Dandim 0211/TT, Kepala Dinas Perkim Tapteng, Camat Pinangsori, BNPB, serta masyarakat terdampak bencana yang menyambut penuh harapan dimulainya pembangunan hunian tetap tersebut.(Pemkab Tapteng)