Berita Daerah

15 Infrastruktur Irigasi dan Tanggul di Taput Rampung

90
×

15 Infrastruktur Irigasi dan Tanggul di Taput Rampung

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA – Pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan progres signifikan. Dari 17 kegiatan pembangunan fisik berupa dyk penahan tanah dan jaringan irigasi di empat kecamatan terdampak, sebanyak 15 kegiatan telah rampung 100 persen dan kini telah dimanfaatkan masyarakat.

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Tohom Silaban, kepada Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., dalam laporan hasil pemantauan lapangan, Senin (14/9/2026).

Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025. Pemulihan difokuskan pada empat kecamatan, yakni Siatasbarita, Adiankoting, Pahae Julu, dan Pahae Jae.

Berdasarkan hasil pemantauan tim BPBD pada Senin (14/9/2026), dua kegiatan fisik lainnya saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Pembangunan dyk penahan tanah dan perbaikan jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas Pemkab Tapanuli Utara. Selain memperkuat infrastruktur di wilayah rawan bencana, pembangunan tersebut diharapkan dapat memulihkan pasokan air ke lahan pertanian sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan optimal.

Pemkab Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pemulihan infrastruktur publik pascabencana. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung kembali normalnya aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta produktivitas sektor pertanian di wilayah terdampak.(Torop Pers)