DAIRI – YDPK dan Petrasa gelar Media Breefing atau diskusi ringan bersama sejumlah wartawan/i Pondok Santai Sidikalang, Rabu (14/10/2026). Berbagai keluhan yg dirasakan masyarakat di sampaikan utk di bahas bersama yg paling rentan dirasakan masyarakat Petani Dairi

Seperti Kerusakan lingkungan dan buruknya infrastruktur jalan dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Dairi. Selain mengganggu produktivitas pertanian, kondisi tersebut turut menekan perekonomian petani karena hasil bumi sulit dipasarkan dengan harga yang layak.
Riset yg dilakukan diungkapkan Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) bersama Petrasa dalam kegiatan dimaksud merupakan sinergi yg sangat gencar diauarakan kedua lembaga tersebut yg sangat rentan berdampak langsung dirasakan masyarakat petani Dairi , Salain menyoroti persoal lingkungan tak luput jg dari persoalan infrastruktur, perekonomian, kesehatan hingga kebijakan pemerintahan Kabupaten Dairi Lainnya yg belum dapat tercafer pada kesempatan diskusi tersebut.
Direktur YDPK Santun Sinaga, Koordinator Advokasi Rohani Manalu, dan Staf Petrasa Duat Sihombing menyampaikan bahwa persoalan lingkungan dan akses jalan tidak bisa dipandang sebagai masalah yang berdiri sendiri. Keduanya berkaitan langsung dengan keberlangsungan pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Koordinator Advokasi YDPK, Rohani Manalu, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Petrasa telah melakukan riset di lima desa yang dikategorikan rentan pangan. Kelima desa itu yakni Lau Sireme di Kecamatan Tigalingga, Bongkaras di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Pandiangan di Kecamatan Lae Parira, Lae Itam di Kecamatan Siempat Nempu Hilir, serta Sileuleu Parsaoran di Kecamatan Sumbul.
Hasil riset menunjukkan, kerusakan lingkungan dan infrastruktur jalan menjadi persoalan utama yang mengancam ketersediaan pangan warga.
Menurut Rohani, pembabatan kawasan hutan dan kehadiran perusahaan pertambangan menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius karena dinilai mengancam keberlangsungan pertanian masyarakat.
Di sisi lain, kerusakan jalan yang terjadi di berbagai wilayah Dairi memperburuk kondisi ekonomi petani. Jalan penghubung antardusun, antardesa, hingga antarkecamatan yang rusak menyulitkan distribusi hasil pertanian.
Situasi tersebut berdampak pada posisi tawar petani di hadapan agen pengumpul. Keterbatasan akses dan tingginya kendala distribusi menjadi alasan hasil bumi warga dibeli dengan harga rendah.
“Kerusakan lingkungan dan infrastruktur jalan menjadi ancaman terhadap ketersediaan pangan masyarakat,” demikian pokok persoalan yang disoroti YDPK dan Petrasa dalam pemaparan hasil riset tersebut.
Rohani mengatakan, hasil penelitian kedua lembaga itu akan dipaparkan lebih lanjut dalam dialog publik di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Jumat (16/10/2026) .
Berbagai kebijakan yg belum menyentuh pada kalangan masyarakat di Dairi perlu kita bicarakan di forum forum terbuka agar pemerintah lebih peduli ,Peka atas kondisi yg di rasakan masyarakat Apakah kebijakan Efisiensi yg menglobal akan terus berlangsung sampai kapan ..?!
Demikian yg dapat kami sampaikan dan kita akan rutin melakukan dialok terbuka baik kepada masyarakat ter khusus peran Media sangat membantu Perkembangan pembangunan yg dapat di akses masyarakat baik melalui media elektronik saat ini .
Masyarakat haus akan keadilan ,keterwakilan hukum yg rentan disalah pungsikan No viral no justice.(CN)





