Berita Daerah

Wesly Dorong Tokoh Agama Perkuat Kepemimpinan dan Nasionalisme

112
×

Wesly Dorong Tokoh Agama Perkuat Kepemimpinan dan Nasionalisme

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam memperkuat kepemimpinan, nasionalisme, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis SH saat membuka Seminar Sehari bertema “Membangun Jiwa Kepemimpinan dan Nasionalisme” di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Sabtu (18/07/2026).

Seminar yang diinisiasi Departemen Kesaksian Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) tersebut diikuti para tokoh agama. Hadir sebagai narasumber Sekjen GKPS Pdt Dr Janhotner Saragih, Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama MUI Kota Pematangsiantar Drs H Rasyid Nasution, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun Dr H Bahrum Saleh MA, dengan moderator Pdt Tri Putri Saragih STh.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Hamdani Lubis, Pemko Pematangsiantar menyampaikan apresiasi kepada Sinode GKPS yang telah menginisiasi seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat semangat kepemimpinan, persaudaraan, toleransi, serta rasa cinta tanah air di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kota Pematangsiantar dikenal sebagai kota yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Melalui forum seperti ini diharapkan terbangun dialog yang sehat, saling menghormati, serta semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama,” ujar Hamdani membacakan sambutan Wali Kota.

Ia menambahkan, kepemimpinan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun tempat ibadah. Sementara nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah serta bangsa.

Wali Kota juga mengajak seluruh tokoh agama untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina umat, menjaga kerukunan, dan menanamkan nilai-nilai moral serta kebangsaan kepada generasi muda. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, Pematangsiantar diyakini akan tetap menjadi kota yang aman, damai, harmonis, sekaligus mampu meningkatkan prestasi sebagai Kota Toleran hingga meraih peringkat pertama Indeks Kota Toleran (IKT).

Sementara itu, Sekjen GKPS Pdt Dr Janhotner Saragih menegaskan bahwa kepemimpinan dan kerukunan umat beragama harus berjalan selaras. Menurutnya, Pematangsiantar sebagai miniatur Indonesia memiliki kekayaan keberagaman yang harus dijaga sebagai anugerah, bukan dijadikan alasan untuk membangun sekat di tengah masyarakat.

Ia berharap seminar tersebut semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan, mendukung program Pemerintah Kota Pematangsiantar, serta mewujudkan kota yang aman, damai, dan sejahtera.

Dalam sesi materi, Janhotner Saragih membahas tema Kepemimpinan, Persaudaraan, dan Keberagaman. Rasyid Nasution memaparkan materi Merawat Kebhinekaan dan Membangun Indonesia, sedangkan Bahrum Saleh menyampaikan materi Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa.

Seminar menghasilkan sejumlah komitmen bersama, di antaranya menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa, bukan tembok pemisah; kepemimpinan adalah amanah untuk menyejahterakan masyarakat; perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling bekerja sama; menolak rasisme; menjunjung tinggi etika dan moral; memperkuat hubungan antarsesama tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA); serta terus merawat semangat kebhinekaan sebagai fondasi persatuan dan kemajuan bangsa.(Ril)