Nasional

Wapres Gibran  Tinjau Banjir Bandang Bandung Barat

170
×

Wapres Gibran  Tinjau Banjir Bandang Bandung Barat

Sebarkan artikel ini

BANDUNG BARAT– Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan agar proses pencarian dan pertolongan korban dilakukan secara maksimal, serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dengan baik. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir cepat di tengah masyarakat yang tertimpa bencana, mengutamakan keselamatan warga, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Usai meninjau lokasi longsor, Wapres melanjutkan kunjungan ke Posko Pengungsian di Balai Desa Pasirlangu. Di lokasi tersebut, ia memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan langsung kepada para pengungsi. Wapres juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi.

“Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tim sudah turun semua ke lapangan dan kita upayakan semaksimal mungkin untuk pencarian korban,” ujar Wapres.

Lebih lanjut, Wapres menginstruksikan jajaran terkait agar memberikan perhatian prioritas kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Saya titip warga yang ada di pengungsian ini, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan difabel agar benar-benar diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam,” tegasnya.

Wapres juga meminta pemerintah daerah memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, termasuk penanganan rumah-rumah warga yang rusak serta rencana relokasi dan perbaikan hunian. Ia menekankan agar lokasi relokasi tidak terlalu jauh dari mata pencaharian warga.

“Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki. Jika perlu relokasi, mohon disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu jauh dari tempat asal serta sumber penghidupan warga,” katanya.

Selain penanganan darurat, Wapres menegaskan pentingnya penataan kembali lingkungan dan pengawasan alih fungsi lahan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

Saat ini, Posko Pengungsian Balai Desa Pasirlangu menampung sebanyak 230 jiwa yang terbagi di dua lokasi, yakni ruang aula sebanyak 90 jiwa dan gedung GOR sebanyak 140 jiwa. Untuk mendukung kebutuhan konsumsi pengungsi, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat telah mendirikan dapur umum di SD Negeri 1 Pasirlangu, yang berlokasi tidak jauh dari posko.

Sebagai bagian dari penanganan terpadu lintas kementerian dan lembaga, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi.

“Kami mengutamakan penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan,” ujar Menko PMK.

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan dikoordinasikan langsung oleh Basarnas dengan melibatkan ratusan personel gabungan serta dukungan sarana udara dan darat.

“Saat ini lebih dari 250 personel terlatih terlibat langsung dalam operasi SAR, didukung unsur udara berupa drone serta unsur darat. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim,” jelasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan kaji cepat serta pemetaan udara menggunakan drone. Untuk mengantisipasi bencana susulan dan mendukung operasi pencarian, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jawa Barat, termasuk kawasan Bandung Raya.

Sebagai informasi, banjir bandang disertai tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari akibat curah hujan tinggi ini mengakibatkan 11 korban jiwa. Sementara itu, hingga saat ini sebanyak 79 warga masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres turut didampingi Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.

Bandung Barat, 25 Januari 2026

Biro Pers, Media, dan Informasi

Sekretariat Wakil Presiden