Berita Daerah

Wali Kota Wesly Silalahi Kunjungi Korban Kebakaran di Dua Lokasi

117
×

Wali Kota Wesly Silalahi Kunjungi Korban Kebakaran di Dua Lokasi

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi mengunjungi dua lokasi kebakaran di Kota Pematangsiantar, Kamis (08/01/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati, keprihatinan, dan dukacita kepada para korban musibah kebakaran.

Dua lokasi kebakaran yang dikunjungi yakni di Jalan Pergaulan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, serta di Jalan Nias, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan.

Di lokasi pertama, Jalan Pergaulan, kebakaran terjadi pada Selasa (06/01/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang lanjut usia, F br Sirait (68), meninggal dunia. Di hadapan keluarga korban, Wali Kota Wesly menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Pada kesempatan itu, Wesly bersama Ny Liswati juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga korban.

Selanjutnya, di Jalan Nias, Kelurahan Kristen, kebakaran terjadi pada Rabu (07/01/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Wesly dan Ny Liswati menyerahkan langsung dokumen kependudukan serta bantuan kepada pemilik rumah yang terdampak kebakaran. Penyerahan bantuan turut didampingi Camat Siantar Selatan Henri Gunawan Purba, SH.

“Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban. Saya berharap keluarga yang tertimpa musibah dapat bersabar dan tabah,” ujar Wesly.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP, MSi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar akan memberikan bantuan susulan sesuai instruksi Wali Kota.

“Nantinya Pemerintah Kota Pematangsiantar juga akan memberikan bantuan susulan. Saat ini kami menyerahkan dokumen kependudukan yang terdampak akibat musibah kebakaran,” ungkap Junaedi.

Diketahui, kebakaran di Jalan Nias, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek dari meteran listrik dan mengakibatkan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp400 juta.(Ril)