Uncategorized

Wali Kota Pematangsiantar Tandatangani MoU Data Statistik Daerah 

184
×

Wali Kota Pematangsiantar Tandatangani MoU Data Statistik Daerah 

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menghadiri Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indikator Sosial Ekonomi (ISE) 2025 se-Sumatera yang digelar di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan bertema “Integrasi Statistik Sosial Ekonomi untuk Perencanaan Pembangunan yang Responsif dan Tepat Sasaran” ini dihadiri oleh seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data serta Informasi Statistik untuk mendukung pembangunan daerah di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk membangun konektivitas ekonomi yang berlandaskan data. Menurutnya, data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi bekerja dengan asumsi. Semua kebijakan pembangunan harus berbasis data agar hasilnya nyata dan berkelanjutan,” ujar Bobby.

Pada kesempatan yang sama, Bobby bersama Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, meluncurkan Portal Anjungan Satu Data (PASADA) — sebuah platform digital yang dirancang untuk memperkuat tata kelola data pembangunan di Provinsi Sumatera Utara.

PASADA diharapkan menjadi sarana integrasi data sektoral antarinstansi, sekaligus mencegah tumpang tindih informasi. Bobby menegaskan bahwa ke depan, data berkualitas akan menjadi kunci pengambilan keputusan di seluruh level pemerintahan.

Lebih lanjut, Bobby menyebutkan bahwa selain data yang akurat, konektivitas logistik dan jalur distribusi juga berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Pulau Sumatera kaya sumber daya alam seperti kelapa sawit, tambang, dan mineral. Dengan konektivitas yang baik, kontribusi PDRB Sumatera terhadap nasional bisa meningkat lebih dari 22 persen,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menegaskan bahwa kebijakan publik yang baik selalu diawali dengan data yang valid dan terpercaya.

“Pembangunan tanpa data ibarat berlayar tanpa kompas — arahnya tak jelas, biayanya membengkak, dan hasilnya tidak optimal,” kata Sonny.

Ia juga melaporkan bahwa perekonomian Pulau Sumatera menunjukkan tren positif. Pada Triwulan II Tahun 2025, ekonomi Sumatera tumbuh 4,96 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 4,48 persen. Pulau Sumatera menyumbang 22 persen terhadap PDRB nasional, dengan Provinsi Sumatera Utara sebagai penggerak utama melalui kontribusi 23,5 persen terhadap total PDRB Sumatera.

Secara year-on-year (y-o-y), Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera sebesar 7,14 persen. Sektor pertanian dan industri pengolahan masih menjadi tulang punggung utama perekonomian, sementara Sumatera juga berperan sebagai sentra produksi kelapa sawit nasional.

Sonny menambahkan, sektor pariwisata di Pulau Sumatera juga mengalami pertumbuhan signifikan. Sepanjang tahun 2024, tercatat 148 juta wisatawan nusantara berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Sumatera, termasuk ke Provinsi Sumatera Utara.

Acara Konreg PDRB dan ISE 2025 ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sumut Erni Ariyanti Sitorus, pimpinan BPS se-Sumatera, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia se-Sumatera.(Tp)