Uncategorized

Wali Kota Pematangsiantar Pantau Langsung Tes Urine Pelajar dan Guru di SMP Negeri 8

65
×

Wali Kota Pematangsiantar Pantau Langsung Tes Urine Pelajar dan Guru di SMP Negeri 8

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi, memantau langsung pelaksanaan tes urine bagi pelajar dan guru di SMP Negeri 8, Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Rabu (4/6/2025) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Wesly tampak berinteraksi langsung dengan para siswa yang sedang menunggu giliran untuk menjalani tes urine. Ia memberikan semangat dan pesan moral kepada para pelajar agar menjauhi narkoba.

“Sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa, kalian harus dipantau kesehatannya sejak dini, termasuk melalui tes urine ini,” ujarnya kepada para siswa.

Ia menambahkan, tes urine merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan pelajar agar dapat belajar dengan maksimal. “Bagaimana kalian bisa belajar dengan baik kalau tidak sehat?” kata Wesly menegaskan.

Pada kesempatan itu, Wesly juga menyampaikan kabar membanggakan terkait prestasi Kota Pematangsiantar yang baru saja meraih peringkat kelima sebagai Kota Toleran di Indonesia. “Kita diundang untuk menerima penghargaan di Jakarta. Sebelumnya, posisi kita di peringkat sebelas. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Beberapa siswa pun menyampaikan harapan dan dukungan mereka terhadap kepemimpinan Wesly Silalahi dalam memajukan Kota Pematangsiantar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Pematangsiantar, Anton Parade Silalahi SPd, menjelaskan bahwa jumlah peserta tes urine terdiri atas 142 siswa dan 56 guru.

Tes urine ini merupakan kerja sama antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematangsiantar dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar. Kepala Kesbangpol, Ir Ali Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

Ali memaparkan, berdasarkan survei nasional tahun 2023, prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 17,3 persen, atau setara dengan 3,3 juta penduduk berusia 15–64 tahun. Dari angka tersebut, sekitar 1,3 juta pengguna berada di Provinsi Sumatera Utara, menjadikan provinsi ini sebagai daerah dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi di Indonesia.

“BNN RI menargetkan angka prevalensi ini turun menjadi 1,7 persen pada tahun 2025 dan 1,6 persen di tahun 2029,” jelas Ali.

Ali juga menyampaikan bahwa berdasarkan survei Indeks Kawasan Rawan Narkoba oleh BNN Kota Pematangsiantar, sebanyak 43 kelurahan di kota ini masuk kategori bahaya, sementara 10 kelurahan lainnya masuk kategori waspada.

Pelaksanaan tes urine ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkoba (P4GN), serta mendukung Program 100 Hari Kerja Wali Kota Pematangsiantar.

“Kegiatan ini adalah bentuk deteksi dini terhadap ASN dan pelajar, karena ASN adalah garda terdepan penyelamat rakyat dari bahaya narkoba, sedangkan pelajar adalah generasi penerus bangsa. Jika generasi muda rusak, maka ketahanan nasional juga akan terancam,” tegas Ali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan drg Irma Suryani MKM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Johannes Sihombing SSTP MSi, Plt Kabid PAUD Dikdas Disdik Darma Bakti Kalbar SPd SD MSi, Camat Siantar Timur Masa Rahmat Zebua SE, dan Sub Koordinator Seksi P2M BNN Pematangsiantar Dewi Sartika Tarigan SE. (Tp)