Nasional

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Rilis BBPOM Terkait Temuan Distributor Formalin

103
×

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Rilis BBPOM Terkait Temuan Distributor Formalin

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi menghadiri press release Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Utara bersama Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun terkait temuan distributor formalin di Kota Pematangsiantar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Jalan Sutomo, Jumat (12/12/2025).

Usai kegiatan, Wesly mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari agar terbebas dari bahan berbahaya seperti formalin. Menurutnya, penggunaan bahan berbahaya dalam pangan merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Pada press release tersebut, perwakilan BBPOM Sumatera Utara Mojaza Sirait SSi Apt memaparkan, pada Rabu (11/12/2025) penyidik BBPOM di Medan menemukan pendistribusian formalin di salah satu sarana di Kota Pematangsiantar. Secara simultan, temuan serupa juga ditemukan di rumah seorang sales formalin di Kota Medan.

Ia menjelaskan, penemuan tersebut merupakan hasil pengembangan kasus penyalahgunaan formalin dalam produksi mie basah yang sebelumnya ditemukan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun pada 20 Agustus 2025.

“Penyalahgunaan formalin dalam produksi mie basah melanggar Undang-Undang Pangan Nomor 8 Tahun 2012 Pasal 140 juncto Pasal 86 ayat 2 dan Pasal 136 juncto Pasal 78 ayat 1,” jelas Mojaza.

BBPOM menyita formalin berupa satu karton berisi 40 botol kemasan 1 liter di Kota Pematangsiantar serta 142 botol kemasan 1 liter di Kota Medan. Secara keseluruhan, jumlah formalin yang diamankan mencapai 542 botol dengan perkiraan nilai ekonomis sekitar Rp19 juta.

“Jika digunakan untuk produksi mie basah, formalin tersebut dapat digunakan hingga 542 ton mie. Rata-rata produksi satu produsen mie basah per hari mencapai 1 ton,” ujarnya. Saat ini, tim penyidik BBPOM Medan masih melakukan penelusuran terhadap sumber perolehan formalin tersebut di Kota Medan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar Urat Hatoguan Simanjuntak SKM MKes menjelaskan, temuan ratusan liter formalin di Kota Pematangsiantar merupakan hasil pengembangan pembinaan BBPOM terhadap pengusaha mie basah di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

“Sebelumnya, BBPOM telah melakukan sidak di Pasar Dwikora Parluasan dan menemukan mie basah yang mengandung formalin,” ungkapnya.

Pengembangan kemudian dilakukan hingga ke salah satu apotek di Jalan Rakutta Sembiring. “Kami melakukan penelusuran hingga akhirnya diketahui formalin tersebut berasal dari Kota Medan dan telah ditindaklanjuti oleh BBPOM Medan,” tambahnya, seraya menyebut pabrik mie basah berformalin ditemukan di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.

Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan, pengungkapan distributor formalin di wilayah Kota Pematangsiantar merupakan langkah besar dan bukti nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta pangan yang aman bagi masyarakat.

“Penggunaan formalin pada pangan adalah ancaman serius terhadap kesehatan. Oleh karena itu, pengungkapan jaringan distributor formalin ini bukan hanya keberhasilan aparat penegak hukum, tetapi juga wujud komitmen kuat untuk mewujudkan Sumatera Utara bebas pangan berformalin,” tegas Wesly.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik produsen maupun konsumen, untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap keamanan pangan.

Wesly juga mengapresiasi kinerja BBPOM, Dinas Kesehatan, dan seluruh pihak terkait yang telah bersinergi mengungkap kasus tersebut. “Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, tantangan besar seperti ini dapat kita atasi bersama,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Tony SM Simanjuntak, Kepala Dinas PMPTSP Kota Pematangsiantar Muhammad Hamam Sholeh AP, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematangsiantar Johannes Sihombing SSTP MSi.(Ril)