Nasional

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Indonesia Ekonomi Syariah 2025 

345
×

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Indonesia Ekonomi Syariah 2025 

Sebarkan artikel ini

MATARAM — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi menghadiri pembukaan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) Tahun 2025 – Forum & Expo di Islamic Center Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/10/2025).

 

Pagelaran akbar tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 ini berlangsung selama empat hari, hingga Minggu (26/10/2025). IES 2025 menjadi platform strategis nasional dan internasional untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa IES 2025 adalah bagian integral dari roadmap nasional menuju Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Global pada 2027.

“Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal dunia, tetapi harus menjadi pemain utama dalam rantai nilai global industri halal. Dari NTB, semangat ekonomi syariah harus terus bergulir ke seluruh Indonesia,” tegas Nasaruddin.

Pemilihan Provinsi NTB sebagai tuan rumah didasarkan pada reputasinya sebagai destinasi wisata halal unggulan dunia, sejak meraih penghargaan World Halal Tourism Awards 2016.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, yang hadir mewakili gubernur, menyampaikan bahwa IES menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis potensi lokal.

“Kami ingin menjadikan NTB sebagai living lab ekonomi syariah. Ekonomi syariah bukan hanya konsep keuangan, tapi gaya hidup dan sistem pembangunan yang berkeadilan,” ujarnya.

IES 2025 terselenggara berkat kolaborasi Istiqlal Global Fund (IGF), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan Kementerian Agama RI, dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB.

Acara ini juga dihadiri Direktur Eksekutif KNEKS, Duta Besar Syria dan Azerbaijan, perwakilan Kementerian/Lembaga, Forum Rektor PTKIN se-Indonesia, serta ratusan pelaku BUMN, BUMD, UMKM, dan IKM.

Rangkaian kegiatan meliputi Forum dan Seminar Nasional, Expo Produk Halal dan UMKM Syariah, Business Matching & Investment Forum (Hybrid), serta side events seperti Festival Santri, Festival Kuliner Halal NTB, dan Workshop Sertifikasi Halal.

Acara ini diharapkan menghasilkan komitmen investasi lintas sektor serta dokumen rekomendasi strategi ekonomi syariah nasional-daerah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Wesly Silalahi bersama Ny. Liswati juga meninjau stand UMKM Pemerintah Kota Pematangsiantar. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Kota Pematangsiantar di ajang ini merupakan undangan khusus dari panitia.

“Kota Pematangsiantar merupakan peringkat kelima Indeks Kota Toleran di Indonesia, setelah Salatiga, Singkawang, Semarang, dan Magelang. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami bisa hadir di forum ini,” ujar Wesly.

Ia menambahkan, melalui forum ini pihaknya ingin belajar dan memperluas wawasan tentang praktik ekonomi syariah yang dapat diterapkan di daerah.

“Seperti yang disampaikan Bapak Menteri Agama, ekonomi syariah adalah sistem yang membawa keadilan dan keberkahan. Kita bisa mengadopsi nilai-nilainya untuk membangun Pematangsiantar yang lebih maju,” katanya.

Wesly juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat Kota Pematangsiantar untuk terus merawat dan meningkatkan toleransi antarumat beragama.

“Toleransi telah menjadi kekuatan kita bersama dalam mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tegasnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Zainal Siahaan, SE, MM, Kepala Bappeda Dedy Idris Harahap, STP, MSi, dan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Herbet Aruan, SPd, MH.(Tp)