Nasional

Wakil Bupati Simalungun Hadiri Pertemuan Strategis DEN RI dan Delegasi Belanda Bahas Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan di Kawasan Danau Toba

53
×

Wakil Bupati Simalungun Hadiri Pertemuan Strategis DEN RI dan Delegasi Belanda Bahas Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan di Kawasan Danau Toba

Sebarkan artikel ini

HUMBAHAS – Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menghadiri pertemuan penting antara Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia dan Delegasi Misi Ekonomi Belanda (Netherlands Economic Mission) yang digelar di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (18/6/2025).

Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Belanda, khususnya dalam membangun sistem pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan di kawasan Danau Toba.

Turut hadir Ketua DEN RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya BSC, jajaran Kementerian Pertanian RI, para kepala daerah se-Sumatera Utara, serta Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto.

Sementara dari pihak Belanda, delegasi dipimpin oleh H.E. Mr. Michiel Sweers, Wakil Menteri Urusan Ekonomi Luar Negeri, dan H.E. Mr. Guido Landheer, Wakil Menteri Pertanian, Perikanan, Kualitas Pangan, dan Alam Belanda.

Dalam sambutannya, Ketua DEN RI Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti sejumlah inisiatif pembangunan pertanian berkelanjutan yang sedang berlangsung di kawasan Danau Toba. Di antaranya pengembangan bibit hortikultura unggul, pelestarian hutan kemenyan, penguatan komoditas kopi dan kakao, serta penggunaan teknologi rumah kaca untuk peningkatan produktivitas pertanian.

Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan kesiapan penuh Kabupaten Simalungun untuk terlibat aktif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam hal riset, peningkatan kapasitas petani, serta investasi di sektor pertanian berkelanjutan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mendorong pertanian berbasis komunitas yang ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang kerja sama global,” ujar Benny.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Simalungun memiliki potensi besar di sektor unggulan seperti komoditas kemenyan, minyak atsiri, dan hortikultura. “Kami berharap kerja sama ini dapat membuka jalan bagi investasi dan transfer teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Acara juga dihadiri sejumlah perusahaan pertanian terkemuka asal Belanda seperti Rijk Zwaan, East-West Seed, Priva, Koppert, serta perwakilan dari Wageningen University, yang dikenal sebagai pusat riset pertanian kelas dunia.

Pertemuan berlangsung tertib dan produktif, ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan iklim, guna mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan antara Indonesia dan Belanda.(Tp)