Example 120x600
Nasional

Wabup Taput Hadiri WCCE 2026, Dorong Ekraf Tembus Pasar Global

68
×

Wabup Taput Hadiri WCCE 2026, Dorong Ekraf Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

TAPANULI UTARA – Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memperluas wawasan dan menggali peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Konferensi internasional bertema “Inclusively Creative: Collective Continuity” tersebut menjadi forum strategis untuk mencermati tren ekonomi kreatif global, mendorong inovasi, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara demi meningkatkan daya saing pelaku usaha kreatif di daerah.

Kehadiran Pemkab Tapanuli Utara dalam kegiatan ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Sejumlah pejabat yang turut menghadiri pembukaan WCCE 2026 di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Di sela kegiatan, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, didukung kekayaan budaya Batak, kreativitas masyarakat, serta keunggulan sumber daya lokal.

“Tapanuli Utara memiliki komoditas dan produk kreatif unggulan yang sangat potensial, mulai dari tenun ulos tradisional, produk olahan kopi dari kawasan Sumatera Utara, khususnya Sipirok-Tarutung, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, hingga berbagai produk kreatif berbasis pariwisata,” ujar Deni.

Menurutnya, potensi budaya dan sumber daya alam tersebut perlu didukung modernisasi agar mampu memberikan nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif harus dibarengi pemanfaatan teknologi digital, peningkatan mutu produk, perbaikan kemasan (packaging), serta perluasan akses pemasaran.

“Potensi besar ini harus terus kita dorong melalui inovasi dan modernisasi. Kita ingin produk-produk UMKM dan pelaku kreatif Tapanuli Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar global,” tambahnya.

Deni berharap penguatan sektor ekonomi kreatif dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong generasi muda dan pelaku UMKM di Tapanuli Utara untuk terus berkarya dan berinovasi.

Sebagai bagian dari rangkaian WCCE 2026, kegiatan ini juga menghadirkan Creativillage, yakni pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Pameran tersebut menampilkan berbagai karya, inovasi, dan produk unggulan pelaku kreatif Indonesia sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jaringan kemitraan bisnis.

Melalui partisipasi dalam WCCE 2026, Pemkab Tapanuli Utara diharapkan dapat memperoleh inspirasi dan membuka peluang kerja sama untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah agar semakin inovatif, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.(Torop Pers)