Nasional

Tinjau Tol Semarang–Demak, Wapres Gibran Tekankan Pengendalian Rob Pantura

94
×

Tinjau Tol Semarang–Demak, Wapres Gibran Tekankan Pengendalian Rob Pantura

Sebarkan artikel ini

SEMARANG – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi I di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/02/2026).


Ruas tol yang menghubungkan Kaligawe, Kota Semarang, hingga Sayung, Kabupaten Demak tersebut tidak hanya dibangun sebagai infrastruktur konektivitas, tetapi juga dirancang berfungsi sebagai Giant Sea Wall (tanggul laut) yang terintegrasi dengan Kolam Retensi Terboyo.

Integrasi ini menjadi bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa yang selama ini menghadapi tekanan lingkungan cukup serius, mulai dari penurunan muka tanah hingga kenaikan permukaan air laut.

Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi penyelesaian proyek strategis nasional, Wapres menegaskan pentingnya pembangunan tol dilaksanakan sesuai target waktu agar dapat segera beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, M. Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa Wapres berharap pekerjaan konstruksi dapat dipercepat sehingga ruas tol yang ditargetkan tersambung pada pertengahan 2027 dapat terealisasi sesuai rencana.

Selain mendorong percepatan pembangunan jalan dan tanggul laut, Wapres juga memberi perhatian pada optimalisasi Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota diminta memastikan keduanya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.
Menurut Iqbal, Wapres menitikberatkan pada pengendalian rob di wilayah Pantura Jawa, termasuk daerah Pekalongan, Demak, hingga Pati, sebagaimana masukan dari pemerintah daerah setempat. Kondisi pesisir yang semakin rentan dinilai membutuhkan langkah penanganan yang cepat dan terintegrasi.

Peninjauan ini menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang menyatukan aspek konektivitas, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pesisir. Dengan konsep tersebut, infrastruktur yang dibangun tidak hanya memperlancar mobilitas antarwilayah, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Pantura dari ancaman rob dan banjir.

Semarang, 15 Februari 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden