Nasional

Tinjau Banjir Karawang, Wapres Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan Warga

146
×

Tinjau Banjir Karawang, Wapres Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini

KARAWANG – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Senin (19/1/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah dalam menangani bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, setelah sebelumnya Wapres juga meninjau daerah terdampak banjir di Kabupaten Bekasi.

Kehadiran Wapres di tengah masyarakat terdampak menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga, khususnya terkait aspek kesehatan dan keselamatan.

Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan respons pemerintah terhadap situasi darurat, serta memastikan penanganan bencana dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Didampingi Wakil Bupati Karawang Maslani, Wapres meninjau tiga posko pengungsian, yakni Posko DTA Al-Furqon, Posko Masjid Al-Furqon, dan Posko Aula Kelurahan Tanjungpura. Di setiap lokasi, Wapres berdialog langsung dengan para pengungsi untuk menyerap aspirasi serta mengetahui kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.

Pada kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama layanan kesehatan bagi kelompok rentan.

“Pak Wapres menekankan agar pelayanan kesehatan benar-benar diprioritaskan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujar Wakil Bupati Karawang Maslani.

Selain layanan kesehatan, Wapres juga menginstruksikan agar seluruh kebutuhan pengungsi segera didata dan dipenuhi secara bertahap. Pendataan tersebut mencakup kerusakan rumah, kebutuhan sanitasi seperti WC portable, serta kekurangan logistik lainnya.
“Insya Allah akan kami rekap, mulai dari rumah yang rubuh, kebutuhan WC portable, hingga kekurangan logistik lain yang dibutuhkan para pengungsi,” tambah Maslani.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan turut membantu penyediaan berbagai kebutuhan tersebut guna mempercepat penanganan darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Sebagai informasi, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Karawang, tercatat sebanyak 4.304 kepala keluarga atau sekitar 14.000 jiwa terdampak banjir di 12 kecamatan.

Karawang, 19 Januari 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden