Nasional

Suara Musik dan Aktivitas Dini Hari, Gereja GMII Bukit Sion Tuntut THM Anda Karaoke Ditutup

265
×

Suara Musik dan Aktivitas Dini Hari, Gereja GMII Bukit Sion Tuntut THM Anda Karaoke Ditutup

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PEMATANGSIANTAR — Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Bukit Sion secara tegas menyatakan penolakan terhadap operasional tempat hiburan malam (THM) Anda Karaoke yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Pematangsiantar.

Keberatan tersebut disampaikan langsung oleh Majelis Jemaat GMII, Pdt Alberth Tombokan, yang menilai aktivitas THM itu telah menimbulkan keresahan dan gangguan kenyamanan bagi jemaat serta warga sekitar.

“Kami memprotes keberadaan THM itu karena letaknya sangat dekat dengan gereja dan sekolah. Setiap akhir pekan, pengunjungnya membludak dan memarkir kendaraan hingga ke depan area gereja,” ujar Pdt Alberth, Kamis (9/10/2025).

Pendeta asal Manado tersebut juga mengeluhkan suara musik bervolume tinggi dari THM yang kerap terdengar hingga keluar bangunan, bahkan sampai mengganggu kegiatan ibadah dan aktivitas pagi di gereja.

Ia menuturkan bahwa pihak gereja sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pengelola Anda Karaoke, serta kepada pihak kelurahan dan kecamatan, namun hingga kini belum ada langkah tegas yang diambil.

“Aktivitas THM ini sering berlangsung sampai dini hari, bahkan pukul 05.00 atau 06.30 WIB. Itu sangat mengganggu kami yang mulai beraktivitas pagi, termasuk saat membersihkan pekarangan gereja,” jelasnya.

“Setahu saya, tempat ini juga pernah ditutup sebelumnya karena kasus narkoba,” tambahnya.

Menurut Alberth, pihak Kecamatan memang telah mengirimkan surat himbauan kepada pengelola Anda Karaoke terkait keluhan warga, khususnya mengenai kebisingan. Namun, ia menilai langkah tersebut masih terlalu ringan.

“Isi suratnya hanya menegur soal volume suara. Padahal, poin utama penolakan kami adalah agar tempat itu ditutup dan tidak beroperasi lagi,” tegasnya.

Pdt Alberth juga menegaskan bahwa GMII Bukit Sion telah berdiri sejak 1980-an, jauh sebelum tempat hiburan tersebut ada. Ia menyesalkan adanya kontras moral antara lingkungan rohani dan kegiatan hiburan malam yang berdampingan begitu dekat.

“Ironis sekali. Di sini kami mendidik moral dan karakter generasi muda, tapi di sebelah ada aktivitas yang justru berpotensi merusak moral. Ini seolah-olah ada pembiaran. Kami khawatir terhadap masa depan generasi muda,” ujarnya penuh keprihatinan.

Ia menambahkan, pihak gereja tidak akan menerima kegiatan apa pun yang melibatkan pengelola THM tersebut, termasuk rencana bakti sosial. Penolakan ini, menurutnya, bukan yang pertama kali dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan informasi terakhir dari pihak Kecamatan, jemaat GMII Bukit Sion masih diminta untuk menunggu solusi konkret dalam satu minggu ke depan. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Kami masih menunggu langkah pasti dari pemerintah setempat. Harapan kami sederhana: lingkungan ibadah dan sekolah harus bebas dari gangguan hiburan malam,” pungkasnya.(741T(