SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI kepada 51 kelompok tani. Bantuan ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong perluasan lahan bawang putih untuk mendukung program swasembada bibit bawang putih nasional.

Bantuan berupa 6 unit traktor roda empat, 1 unit handtraktor, dan 44 unit pompa air tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk kepada kelompok tani penerima di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Senin (26/10/2026).
Bupati Vandiko mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan Pemkab Samosir dalam menindaklanjuti usulan dan kebutuhan petani melalui sinergi dengan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian RI.
“Bantuan ini hasil sinergi dengan Kementerian Pertanian di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto. Saya harap dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh anggota kelompok tani,” ujar Vandiko.
Ia menegaskan, alsintan yang diberikan harus digunakan secara maksimal dan dikelola secara terbuka demi kepentingan seluruh anggota kelompok tani. Pengawasan juga diperlukan agar bantuan tidak hanya dikuasai pengurus atau dibiarkan tersimpan tanpa dimanfaatkan.
“Penggunaannya harus diawasi sebaik mungkin, jangan hanya dimanfaatkan ketua atau disimpan dalam gudang,” tegasnya.
Menurut Vandiko, memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat membutuhkan perjuangan karena setiap daerah harus mengusulkan kebutuhan dan bersaing mendapatkan dukungan. Karena itu, kelompok tani penerima diminta bertanggung jawab dalam memanfaatkan serta merawat peralatan tersebut.
Secara khusus, Vandiko meminta kelompok tani penerima traktor roda empat memanfaatkannya untuk memperluas lahan pertanian bawang putih. Langkah ini sejalan dengan potensi Kabupaten Samosir yang dinilai layak dikembangkan sebagai sentra penghasil bibit bawang putih nasional.
“Kabupaten Samosir sebagai daerah penyedia bibit bawang putih nasional, dipilih Presiden sebagai daerah penghasil bibit karena dianggap cocok untuk pengembangan bawang putih. Kita dipilih sebagai daerah sentra bawang putih. Ini program Presiden yang harus kita dukung dan kita patut berbangga. Dari hasil kajian BRIN, Samosir layak menjadi penghasil bawang putih,” ungkapnya.
Vandiko menyebutkan, hasil uji coba budidaya bawang putih di Samosir menunjukkan potensi produksi sekitar 10 ton per hektare. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produksi agar memberikan dampak nyata terhadap perekonomian petani.
“Kalau Samosir bisa memenuhi kebutuhan Sumatera saja kita sudah luar biasa. Potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik. Kita perluas lahan, tingkatkan produksi dan hasilnya akan kembali kepada petani untuk peningkatan perekonomian,” tambahnya.
Pemkab Samosir, lanjut Vandiko, siap mendampingi petani dalam pengembangan bawang putih, mulai dari perluasan lahan hingga peningkatan produksi. Ia juga menegaskan bahwa seluruh alsintan diserahkan secara gratis kepada kelompok tani penerima.
Namun, pemanfaatan bantuan tetap akan diawasi dan dievaluasi. Apabila ditemukan bantuan tidak digunakan sebagaimana mestinya, Pemkab Samosir dapat mengalihkannya kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan dan serius mengembangkan sektor pertanian.
Penyaluran bantuan tersebut disambut positif oleh para petani. M. Situmorang dari Kelompok Tani Satahi, Kecamatan Pangururan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Samosir atas upaya memperjuangkan kebutuhan petani hingga memperoleh dukungan dari Pemerintah Pusat.
Ia berharap perhatian terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan agar semakin banyak petani merasakan manfaat pembangunan.
“Semoga Bapak sehat dan semakin kuat dalam memajukan pertanian Samosir,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Franseda Sianipar dari Kelompok Tani Sihole, Kecamatan Sianjur Mula Mula. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima dan berkomitmen memanfaatkan serta merawat peralatan tersebut dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kami bangga dan bahagia atas bantuan dan dukungan kepada kelompok tani. Kami akan mempergunakan bantuan secara baik dan merawat sebaik mungkin,” ungkapnya.
Melalui bantuan alsintan dan pendampingan kepada petani, Pemkab Samosir berharap modernisasi pertanian, perluasan lahan bawang putih, dan peningkatan produktivitas dapat berjalan beriringan. Sinergi pemerintah dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat peran Samosir dalam pengembangan bibit bawang putih sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.(Ril)






