Nasional

Saatnya Negara Bertindak: TPL dan Ancaman Bencana yang Mengintai Tapanuli

133
×

Saatnya Negara Bertindak: TPL dan Ancaman Bencana yang Mengintai Tapanuli

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Oleh: Evan Siahaan

Penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) bukanlah langkah anti-investasi. Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan tindakan korektif yang diperlukan agar arah pembangunan ekonomi di kawasan Tapanuli menjadi lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Selama bertahun-tahun, tekanan ekologis akibat operasi industri berbasis hutan tanaman industri telah menimbulkan kerentanan lingkungan yang semakin terasa, terutama bagi masyarakat di sekitar konsesi dan daerah aliran sungai.

Dengan memulihkan kembali area hutan yang rusak, memperkuat posisi dan hak masyarakat adat, serta mendorong model ekonomi alternatif berbasis pertanian lokal, pariwisata, dan UMKM hijau, Tapanuli memiliki peluang besar untuk membangun masa depan yang lebih stabil dan aman.

Transformasi menuju ekonomi hijau bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mendesak dilakukan untuk mencegah bencana ekologis yang berulang.

Kini saatnya negara hadir dan mengambil langkah tegas. Keselamatan masyarakat Tapanuli harus menjadi prioritas utama dibandingkan keuntungan industri jangka pendek.

Demi masa depan Tapanuli yang bebas dari bencana, lebih aman, lebih berkeadilan, dan lebih berkelanjutan, penutupan TPL bukan hanya opsi yang layak dipertimbangkan—melainkan sebuah keharusan.