Berita Daerah

Respon Cepat Polisi, Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA di Simalungun

388
×

Respon Cepat Polisi, Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA di Simalungun

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Serbalawan dalam menangani kecelakaan kereta api yang merenggut nyawa seorang pelajar SMK di wilayah hukumnya. Seorang pelajar berusia 16 tahun, Joel Nenggolan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Siantar Express di jalur rel Km 39+8/9, Lingkungan V Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Senin sore (19/1/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Serbalawan langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Serbalawan, AKP Gunawan Sembiring, S.H., saat dikonfirmasi Selasa pagi (20/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, mengatakan pihaknya bergerak cepat tanpa menunda waktu sedikit pun.
“Sekitar pukul 16.00 WIB kami menerima informasi adanya kecelakaan kereta api. Saya langsung memerintahkan personel untuk segera menuju TKP dan melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujar AKP Gunawan.

Saksi mata, Candra Teo Anugrah Manurung (26), warga setempat, mengungkapkan korban terlihat berjalan di jalur rel saat kereta melaju dari arah Pematangsiantar menuju Medan.

“Korban berjalan menunduk, jarak kereta sudah dekat. Masinis sudah membunyikan klakson panjang berulang kali, saya juga sempat berteriak, tapi korban tidak merespons hingga akhirnya tertabrak,” tutur Candra.

Petugas keamanan PT KAI, Yogi Kurniadi (27), membenarkan adanya laporan dari masinis Kereta Api Siantar Express terkait kecelakaan tersebut. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Setibanya di TKP, tim Polsek Serbalawan yang dipimpin PS Kanit Intel Aiptu Sutiono, bersama Aiptu Bambang Irawan (Kapos Pol Purbasari), Aiptu Simson Purba, dan Aiptu Aswin Manurung (Piket SPKT) langsung melakukan tindakan kepolisian.

“Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka berat di bagian kepala sebelah kanan serta patah tulang tangan kanan,” jelas Kapolsek.

Korban yang diketahui merupakan siswa SMK Negeri 3 Pematangsiantar jurusan Perhotelan sempat dievakuasi ke RS Efarina Pematangsiantar menggunakan mobil warga. Namun setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

“Kami sangat prihatin. Korban masih sangat muda dan memiliki masa depan panjang,” ucap AKP Gunawan.
Polsek Serbalawan telah melakukan rangkaian penanganan lengkap, mulai dari olah TKP, pengamanan barang bukti berupa sepatu sebelah kanan milik korban, pemeriksaan di rumah sakit, pemeriksaan saksi-saksi, pendokumentasian, hingga pelaporan kepada pimpinan.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui korban setiap hari melintasi jalur rel tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah dari Gang Melati menuju rumahnya di Perumahan Residence Sinaksak yang berada di dekat rel kereta api.

Jenazah korban selanjutnya akan dilakukan visum et repertum di RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara penyebab pasti korban tidak merespons peringatan klakson kereta masih didalami pihak kepolisian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur kereta api demi keselamatan bersama.(Ril)