SIMALUNGUN – Program ketahanan pangan berbasis desa yang digalakkan Kepolisian Republik Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata. Polsek Perdagangan, Polres Simalungun, memfasilitasi panen raya jagung hibrida seluas 30 rante atau sekitar 4,8 hektare di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, Kecamatan Bandar. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program 100 hari kerja Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional.
Kapolsek Perdagangan IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/2/2026) malam, menjelaskan bahwa panen tersebut merupakan implementasi nyata Program 1 Polisi 1 Hektare yang dijalankan jajarannya bersama Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) Abadi Jaya.
“Alhamdulillah, program ketahanan pangan yang kami laksanakan bersama BUMNag Abadi Jaya telah berhasil panen pada Senin, 2 Januari 2026. Ini menjadi bukti bahwa Polri hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan,” ujar IPTU Patar.
Ia menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara, sebagaimana tertuang dalam Surat Kapolri tentang pedoman teknis pelaksanaan program ketahanan pangan serta Telegram Kapolda Sumut yang memerintahkan seluruh jajaran mendukung program prioritas nasional.
Panen jagung dilaksanakan di lahan pertanian milik Suandi Pandiangan, yang juga menjabat sebagai Ketua BUMNag Abadi Jaya Nagori Pematang Kerasaan. Kegiatan panen dimulai sejak pagi hari dan melibatkan petani setempat, dengan pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Polsek Perdagangan.
Suandi Pandiangan menjelaskan, jagung yang dipanen merupakan jagung hibrida jenis BISI 18 yang ditanam pada 11 Oktober 2025. Masa tanam hingga panen memakan waktu sekitar dua setengah bulan dengan hasil yang dinilai cukup memuaskan.
“Program ini berjalan melalui kerja sama antara BUMNag dan petani. BUMNag mendukung permodalan dan sarana, petani yang mengelola lahan, sementara Polsek Perdagangan berperan sebagai fasilitator dan pendamping sejak awal,” ungkap Suandi.
Bhabinkamtibmas Polsek Perdagangan, AIPTU Idris F. Pasaribu, menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini dilakukan secara aktif dari tahap persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga panen. Pendampingan juga dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Kapolsek Perdagangan menambahkan, pascapanen pihaknya tengah berkoordinasi dengan Perum Bulog guna penyerapan hasil panen. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan petani memperoleh keuntungan yang layak.
“Kami ingin hasil panen petani tidak dimainkan tengkulak. Koordinasi dengan Bulog sudah berjalan agar hasil panen dapat diserap dengan harga yang menguntungkan petani,” tegas IPTU Patar.
Program 1 Polisi 1 Hektare ini direncanakan menjadi proyek percontohan di wilayah hukum Polsek Perdagangan dan akan direplikasi di nagori lain di Kabupaten Simalungun. Setiap polsek diharapkan memiliki minimal satu lokasi program ketahanan pangan.
Masyarakat setempat menyambut positif program tersebut. Selain meningkatkan hasil pertanian, kehadiran Polri dalam pendampingan dinilai memberikan rasa aman dan kepastian bagi petani.
Di akhir keterangannya, Kapolsek Perdagangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan panen berlangsung aman dan kondusif, serta menjadi bukti bahwa sinergi Polri, pemerintah desa, dan masyarakat mampu mendorong kesejahteraan bersama melalui ketahanan pangan.(Ril)





