Nasional

Presiden Perintahkan BRIN Perkuat Inovasi Strategis Bangsa

138
×

Presiden Perintahkan BRIN Perkuat Inovasi Strategis Bangsa

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 24 November 2025. Dalam pertemuan tersebut, BRIN menyampaikan laporan terkini sekaligus menerima arahan Presiden terkait masa depan riset dan inovasi nasional.

Arif Satria mengatakan bahwa ia bersama Wakil Kepala BRIN melaporkan sejumlah langkah jangka pendek untuk menata organisasi dan memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa BRIN harus tampil sebagai pusat riset yang memberi terobosan bagi bangsa.

“Pak Presiden berpesan bahwa BRIN adalah institusi riset yang sangat penting dan harus memberi harapan baru dengan temuan dan inovasi demi menyelesaikan berbagai persoalan bangsa,” ujar Arif usai pertemuan.

Arif menyampaikan bahwa Presiden meminta BRIN mempercepat hilirisasi inovasi serta memperkuat kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan mitra strategis, termasuk Danantara dan Agrinas. Presiden juga memberikan arahan khusus terkait kemitraan BRIN–Agrinas.

“Agrinas harus menjadi mitra utama dalam hilirisasi, inovasi, dan riset. Agrinas Palma, Agrinas Pangan, dan Agrinas Jaladri harus mendapatkan teknologi terkini untuk meningkatkan produksi pangan. Bagi Presiden, swasembada pangan adalah keharusan,” jelas Arif.

Presiden Prabowo juga meminta BRIN memperluas fokus swasembada pangan, tidak hanya pada padi dan jagung. BRIN akan segera membentuk pusat penelitian perikanan tangkap untuk mendukung peningkatan produksi protein nasional.

Selain pangan, Presiden menugaskan BRIN untuk mendukung industri strategis yang menyerap banyak tenaga kerja. Indonesia, kata Arif, memiliki keunggulan di sektor garmen dan sepatu, namun perlu memperkuat kemandirian di industri elektronik.

Arif turut melaporkan bahwa BRIN telah menyiapkan berbagai inovasi alutsista melalui kolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia, Pindad, dan industri otomotif nasional.

“Saya kira Maung yang sudah diproduksi Pindad akan terus diperkuat dari sisi riset dan pengembangannya,” ujarnya.

Arif menilai arahan Presiden Prabowo menjadi momentum penting konsolidasi riset nasional. “Ini momentum sangat baik untuk penguatan riset dan inovasi nasional agar menjadi pilar kemajuan ekonomi kita,” pungkasnya.

Jakarta, 24 November 2025

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden