Nasional

Prabowo Serahkan Airbus A400M untuk Perkuat Kekuatan Udara Indonesia

186
×

Prabowo Serahkan Airbus A400M untuk Perkuat Kekuatan Udara Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari upaya memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional, khususnya di bidang mobilitas udara strategis.

Acara penyerahan berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025).

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo mengawali prosesi dengan melepas tirai logo Skadron Udara 31 pada badan pesawat, menandai pengukuhan A400M/MRTT Alpha 4001 sebagai bagian dari kekuatan udara strategis Indonesia.

Prosesi dilanjutkan dengan penyiraman air ke roda depan pesawat, diikuti penyerahan simbolis kunci pesawat oleh Presiden kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, kemudian diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Usai seremoni, Presiden meninjau kokpit dan interior pesawat. Dalam keterangannya, Kepala Negara menyampaikan rasa syukur atas hadirnya pesawat A400M yang diharapkan memperkuat kemampuan TNI AU dalam berbagai misi, termasuk operasi kemanusiaan dan tanggap bencana.

“Untuk C-130 kita sudah punya kontainer ambulans udara. Saya perintahkan agar segera dipesan modul ambulans udara untuk A400. Saya juga sudah instruksikan agar pesawat ini dilengkapi peralatan menghadapi kebakaran hutan. Jadi ini menambah kekuatan kita,” ujar Presiden Prabowo.

Pesawat Airbus A400M/MRTT merupakan pesawat angkut militer multirole yang mampu beroperasi di berbagai kondisi, termasuk di landasan tidak beraspal maupun lapangan udara semi-permanen.

Selain sebagai pesawat pengangkut logistik hingga 37 ton dengan daya jelajah delapan jam tanpa pengisian bahan bakar, A400M juga berfungsi sebagai Multi Role Tanker Transport (MRTT) yang mampu melakukan pengisian bahan bakar udara ke udara (air-to-air refuelling) terhadap pesawat tempur.

Dengan sistem avionik dan teknologi navigasi canggih, pesawat ini meningkatkan kesadaran situasional dan kinerja operasional dalam setiap penerbangan. Keberadaannya diharapkan memperkuat kesiapan tempur dan kemampuan mobilitas strategis TNI AU, sekaligus memperluas jangkauan Indonesia dalam misi kemanusiaan, tanggap darurat, dan operasi lintas batas.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain para duta besar negara sahabat, atase pertahanan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta para kepala staf angkatan.

(BPMI Setpres)