Berita Daerah

Polri dan PTPN IV Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

350
×

Polri dan PTPN IV Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Polsek Bosar Maligas turut mengawal program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan penanaman jagung di Afdeling II Kebun PTPN IV Regional II Mayang, Nagori Mayang, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Selasa (14/10/2025).


Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini menjadi bagian dari implementasi program prioritas pemerintah dalam Asta Cita, sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G. Silalahi, SH, saat dikonfirmasi sekitar pukul 10.40 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas.

“Program ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, arahan Kapolri terkait pelaksanaan delapan program prioritas Asta Cita pemerintahan, serta Surat Perintah Kapolri Nomor Sprint 3137/X/KEP/2024 tentang Panitia Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan,” ujar IPTU Sonni.

Ia menjelaskan, program ketahanan pangan jagung merupakan hasil kolaborasi strategis antara PTPN IV dan Polri. Dalam hal ini, PTPN IV Mayang menyediakan lahan, sementara penanaman dikelola oleh kelompok tani sekitar Kebun Mayang. Polri, melalui Polsek Bosar Maligas, bertugas mengawal dan mengawasi jalannya program.

“Program ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Kapolsek.

Selain memastikan kelancaran program, IPTU Sonni juga mengimbau kelompok tani dan masyarakat untuk menjaga keamanan serta ketertiban selama proses penanaman berlangsung.

“Kami juga mengingatkan agar hasil panen nantinya dijual kepada Bulog melalui rekanan atau agen resmi yang telah disiapkan, sehingga distribusi hasil panen lebih teratur,” tambahnya.

Kapolsek menjelaskan bahwa mekanisme penjualan hasil panen telah disusun agar menguntungkan dan memudahkan petani.

“Petani tidak perlu memipil jagung terlebih dahulu, karena pihak Bulog dapat langsung mengambil hasil panen dari lahan. Ini tentu mempermudah proses dan mempercepat perputaran ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan yang berjalan aman dan lancar ini dihadiri oleh Manager Kebun Mayang beserta staf, Kapolsek Bosar Maligas IPTU Sonni G. Silalahi, SH, para Pangulu di sekitar Kebun Mayang, serta sejumlah personel Polsek Bosar Maligas. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan pengawalan tersebut, Polsek Bosar Maligas menurunkan sembilan personel, yakni:
IPTU Sonni G. Silalahi, SH (Kapolsek), IPTU Jaya Tarigan (Kanit Sabhara), IPDA Roy J. Opusunggu (Kanit Reskrim), AIPTU B. Purba (Kanit Binmas), AIPTU Khairul Nazni (Kanit Provos), AIPTU Jhon Mestika (Bhabinkamtibmas), AIPTU J.S. Butar Butar (Bhabinkamtibmas), AIPDA Surya Atmaja (Bhabinkamtibmas), dan AIPDA H. Sinaga (Bhabinkamtibmas).

“Polri hadir untuk masyarakat. Melalui program ketahanan pangan ini, kami berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan keberlanjutan pangan nasional,” tegas IPTU Sonni menutup keterangannya.

Program ketahanan pangan jagung di wilayah Simalungun ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengoptimalkan lahan, memberdayakan kelompok tani, serta memperkuat fondasi menuju kedaulatan pangan nasional dan Indonesia Emas 2045.(Ril/741T