Berita Daerah

Perumda Agromadear Disorot, Wabup SimalungunMinta Pembenahan Menyeluruh

68
×

Perumda Agromadear Disorot, Wabup SimalungunMinta Pembenahan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agromadear yang berlokasi di Jalan Medan, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (12/1/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi riil dan kinerja Perumda Agromadear. Dalam kunjungannya, Wakil Bupati memeriksa berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik kantor, fasilitas pendukung seperti kamar mandi, hingga kelengkapan dokumen dan legalitas perusahaan.

Benny Gusman Sinaga menegaskan bahwa hingga saat ini Perumda Agromadear belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Oleh karena itu, pembenahan internal dinilai mendesak dan tidak bisa ditunda, baik dari sisi manajemen, administrasi, maupun kelengkapan legalitas, agar perusahaan daerah ini mampu menarik kepercayaan investor.

Direktur Utama Perumda Agromadear, Tri Dharma Sipayung, mengakui masih adanya sejumlah kendala internal. Ia menyebutkan bahwa di lingkungan kantor kerap terjadi kehilangan, sehingga diperlukan peningkatan sistem pengamanan serta perbaikan tata kelola perusahaan.

Meski demikian, Tri Dharma menyampaikan bahwa Perumda Agromadear tetap menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat, salah satunya melalui program pasar murah keliling yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.

Terkait rencana pengembangan, Tri Dharma memaparkan rencana pembangunan pasar induk di Jalan Asahan, tepatnya di lokasi GOR lama, yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026. Proyek tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan luas bangunan mencapai 34.311 meter persegi.

Pembangunan pasar induk ini dirancang tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui skema kerja sama dengan investor selama 25 tahun. Pasar induk tersebut nantinya akan menampung sekitar 1.000 kios yang terbagi dalam tiga blok, terdiri dari pasar kering dan pasar basah.

“Investor pada prinsipnya sudah setuju bekerja sama, namun masih menunggu kelengkapan legalitas. Jika legalitas sudah lengkap, investor siap membangun,” ujar Tri Dharma.

Ia juga menambahkan bahwa lahan di Batu 7 Jalan Asahan telah diserahkan kepada Perumda Agromadear sebagai aset perusahaan, sehingga total luas aset yang dikelola mencapai 6,5 hektare.

Namun demikian, kondisi investasi di Kabupaten Simalungun saat ini membuat investor masih bersikap hati-hati. Perumda Agromadear bahkan telah meminta arahan dari Pemerintah Provinsi, yang merekomendasikan agar rencana pembangunan pasar induk dimasukkan ke dalam skema investasi IPRO. Selain itu, persoalan kepengurusan juga menjadi perhatian, mengingat dari tiga pengurus yang dilantik, dua di antaranya telah mengundurkan diri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menegaskan agar seluruh jajaran Perumda Agromadear segera membenahi kelembagaan, melengkapi legalitas, serta memperkuat manajemen perusahaan.

“Kalau ingin investor masuk, kita harus siap. Legalitas harus lengkap, manajemen harus rapi, dan kinerja harus jelas,” tegas Benny.

Melalui sidak ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap Perumda Agromadear dapat bertransformasi menjadi BUMD yang profesional, sehat, dan berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(Ril)