Nasional

Perempuan Tangguh di Era Digital, Kunci Indonesia Emas

149
×

Perempuan Tangguh di Era Digital, Kunci Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dua agenda penting yang dihadiri Ibu Selvi Gibran Rakabuming pada Rabu (19/11/2025) menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar pembangunan nasional. Dari pembukaan Bazar Amal ke-56 Women’s International Club (WIC) Jakarta hingga pelatihan Dharma Wanita Persatuan (DWP) 2025, Ibu Selvi menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.

Dorong Perempuan Berjejaring dan Adaptif di Era Digital

Saat meresmikan pembukaan Bazar Amal ke-56 WIC Jakarta di Hall B, Jakarta International Convention Center, Ibu Selvi menyampaikan bahwa era digital membuka ruang luas bagi perempuan untuk beradaptasi dan menjadi agen perubahan sosial.

“Peran perempuan dalam pembangunan masyarakat di era digital sangatlah penting,” tegasnya. Digitalisasi dinilai mempermudah jejaring global lintas-batas yang dapat meningkatkan kapasitas perempuan di berbagai sektor.

Ia mengapresiasi kontribusi WIC Jakarta yang selama ini menjalankan berbagai program pendidikan, sosial, ekonomi, hingga budaya, termasuk beasiswa dan kegiatan kemanusiaan yang sejalan dengan agenda penguatan SDM Presiden Prabowo.

Ibu Selvi juga menyambut positif akan digelarnya Konferensi Biennual ke-17 Women Clubs International di mana WIC Jakarta menjadi tuan rumah. Momentum tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi global, serta memperkaya pemahaman budaya lintas bangsa.

“Saya berharap melalui event seperti ini, kita dapat bersama-sama belajar memahami keragaman budaya sebagai kekuatan persatuan,” ujarnya.

Ketua Umum WIC Jakarta, Nazneen Khubchandani, melaporkan bahwa hasil bazar tahun lalu telah membantu 300 lansia, 250 anak, serta memberikan 50 beasiswa. Bazar tahun ini menghadirkan sekitar 41 booth kedutaan, 225 booth bisnis, 29 booth makanan-minuman, dan 3 booth amal.

Acara turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, para duta besar, SERUNI Kabinet Merah Putih, serta Gubernur Kalimantan Selatan beserta Ibu Fathul Jannah Muhidin.

Pada agenda kedua, saat membuka Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas DWP 2025 bertema “Sinergi Dharma Wanita Persatuan dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Perempuan Tangguh untuk Indonesia Maju” di Hotel Bidakara, Ibu Selvi kembali menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan fondasi SDM Indonesia Emas.

“Kita buktikan bahwa kekuatan perempuan itu luar biasa,” tegasnya.

Ia menekankan peran perempuan dalam pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga. Perempuan yang bahagia dan berdaya disebut akan melahirkan keluarga yang produktif dan harmonis.

Ibu Selvi juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik anak, termasuk upaya menghidupkan kembali budaya olahraga seperti SKJ, serta persoalan triple burden of malnutrition pada anak. Ia mengajak DWP agar program-programnya selaras dengan agenda nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Di sinilah peran DWP menjadi sangat penting karena bisa membantu memastikan kebijakan tersebut mengubah perilaku sosial masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum DWP, Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin, melaporkan bahwa 952 anggota DWP mengikuti capacity building tersebut. Hingga 17 November 2025, DWP telah menjalankan 269.191 kegiatan di seluruh Indonesia, meliputi 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Biro Pers, Media dan Informasi

Sekretariat Wapres