Berita Daerah

Pemko Pematangsiantar Gelar Diskusi Perjuangan Tuan Dolok Panribuan

287
×

Pemko Pematangsiantar Gelar Diskusi Perjuangan Tuan Dolok Panribuan

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, M.Kn, diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hamzah F. Damanik, membuka secara resmi Diskusi Menelaah Literasi Perjuangan Tokoh Simalungun Tuan Dolok Panribuan Raimbang Sinaga: Menentang Kolonial Belanda yang Terlupakan, yang digelar di Ruang Data Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Esra Eduward Sinaga bersama Sanggar Budaya Rayantara, berkolaborasi dengan Pemko Pematangsiantar, Pemkab Simalungun, unsur Forkopimda, serta tokoh adat dan budaya Simalungun.

Diskusi mengangkat tema “Meneladani Nilai-nilai Perjuangan Tokoh Terdahulu dalam Upaya Membangun Semangat Nasionalisme, Keberanian, Integritas, serta Cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Sanggar Budaya Rayantara Sultan Saragih, S.Si, para Hasusuran Tuan Dolok Panribuan, pemangku adat Simalungun, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, serta perwakilan mahasiswa se-Kota Pematangsiantar.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly yang diwakili Hamzah menyampaikan bahwa diskusi tersebut menjadi bagian dari rangkaian memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025.

“Hari Pahlawan bukan sekadar momentum mengenang jasa para pejuang bangsa, tetapi juga menghidupkan semangat juang mereka dalam kehidupan kita hari ini. Tema diskusi ini sangat bermakna karena mengajak kita menggali kembali kisah perjuangan tokoh-tokoh lokal Simalungun yang mungkin belum banyak diketahui atau terdokumentasi secara luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan rakyat dan tokoh-tokoh Simalungun dalam melawan penjajahan Belanda merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menghidupkan kembali semangat kepahlawanan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan sejarah lokal sebagai bagian yang tak terpisahkan dari mozaik perjuangan nasional. Saya mengapresiasi inisiatif Sanggar Budaya Rayantara yang konsisten menggali dan memperkenalkan nilai-nilai perjuangan serta warisan budaya Simalungun kepada generasi muda,” tambahnya.

Menurutnya, semangat kepahlawanan tidak hanya diwujudkan dengan mengangkat senjata, tetapi juga melalui literasi, penelitian, dan pelestarian sejarah.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang inspiratif untuk memperdalam pengetahuan tentang perjuangan para pahlawan lokal, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah kelahiran kita yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur perjuangan,” pungkasnya.(Tp)