TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB). Hal itu ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Adiankoting Tahun 2026 yang berlangsung di Aula HKI Parsikkaman, Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adiankoting, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tapanuli Utara, Bonggas Pasaribu, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Pembentukan Kampung Siaga Bencana bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana melalui pengorganisasian berbasis komunitas. Selain itu, program ini juga difokuskan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, membangun sistem peringatan dini yang efektif, serta membentuk kepengurusan Kampung Siaga Bencana yang mampu berperan secara berkelanjutan.

Pada tahap awal, pembentukan KSB di Kecamatan Adiankoting mencakup tujuh desa, yakni Desa Pagaran Lambung I, Pagaran Lambung II, Pagaran Lambung III, Pagaran Lambung IV, Sibalanga, Pagaran Pisang, dan Desa Adiankoting. Melalui program ini diharapkan setiap desa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengantisipasi, merespons, dan memulihkan diri ketika terjadi bencana.
Kegiatan ini juga dihadiri tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI, pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimca Adiankoting, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta para relawan yang selama ini berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan ketangguhan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap pembentukan Kampung Siaga Bencana menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana, memperkuat kolaborasi antarwarga, serta mewujudkan masyarakat yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di wilayahnya.(Torop Pers)





