Nasional

Pemkab Tapteng Siapkan Evakuasi Korban Banjir-Longsor dan Lapor ke Pemerintah Pusat

70
×

Pemkab Tapteng Siapkan Evakuasi Korban Banjir-Longsor dan Lapor ke Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini

TAPTENG – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Tapanuli Tengah selama dua hari terakhir berubah menjadi bencana besar yang meluluhlantakkan sejumlah kawasan. Senin malam hingga Selasa dini hari, suara gemuruh dari arah hulu memecah kesunyian. Dalam sekejap, aliran sungai meluap dan berubah menjadi arus besar kecokelatan yang menyeret lumpur, potongan kayu, hingga material bangunan. Banjir bandang menerjang tanpa peringatan.

Warga terbangun oleh teriakan panik tetangga. Lampu mati. Gelap. Air tiba-tiba masuk ke dalam rumah, naik cepat hingga setinggi dada. Dengan senter seadanya, warga berusaha menyelamatkan diri. Seorang ibu terlihat berlari sambil menggenggam erat bayinya, sementara para pemuda membantu mengevakuasi lansia melawan arus air yang semakin kuat. Suara tangis anak-anak menyatu dengan deru air yang tak kunjung mereda.

Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas umum turut menjadi korban. Sekolah dan rumah ibadah terendam, sementara longsor dari perbukitan membawa batu-batu besar dan lumpur hingga menutup badan jalan, membuat akses ke beberapa desa benar-benar terputus. Kendaraan hanyut, rumah-rumah rusak, dan halaman penduduk berubah menjadi lautan lumpur tebal.

Pagi harinya, pemandangan memilukan menyambut warga. Perabotan rusak, dinding rumah ambruk, dan puing-puing berserakan. Aroma tanah basah dan kayu lapuk memenuhi udara. BPBD Tapanuli Tengah bersama aparat TNI–Polri langsung turun melakukan evakuasi, pendataan, dan pembersihan material longsor. Namun cuaca yang masih tidak menentu membuat proses penyelamatan berjalan penuh tantangan.

Menanggapi situasi ini, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, memastikan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat. Ia memastikan bahwa Pemkab bersama BPBD sedang menyiapkan sejumlah titik evakuasi bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor. Lokasi seperti GOR, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas publik lainnya dipetakan sebagai tempat pengungsian aman. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dapur umum, pelayanan kesehatan, dan bantuan sosial yang akan segera dikirim ke wilayah terdampak.

“Penetapan status tanggap darurat akan diputuskan malam ini,” ujar Bupati Masinton, Selasa (25/11/2025).

Bupati Masinton juga menyampaikan bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang dijadwalkan akan turun langsung ke Tapanuli Tengah dalam satu hingga dua hari ke depan untuk meninjau kondisi terkini.

Tak hanya itu, laporan mengenai banjir dan longsor ini juga telah disampaikan kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang selanjutnya akan meneruskan laporan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto agar penanganan lebih lanjut dari pemerintah pusat dapat segera dilakukan.

Di tengah duka dan kerusakan yang terjadi, solidaritas warga Tapanuli Tengah menjadi kekuatan yang tak terlihat namun nyata. Mereka saling membantu, mengevakuasi, membersihkan rumah, dan menguatkan satu sama lain di tengah ancaman banjir susulan.

Satu hal yang pasti: Tapanuli Tengah kini tengah berjuang, namun masyarakatnya tidak sendiri. Pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat telah bergerak untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terpenuhi. (Net)