SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di kawasan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Rakor berlangsung di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Sumatera Utara, Senin (22/12/2025).

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan pada 16 Desember 2025, dengan fokus merumuskan langkah strategis untuk mengatasi banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayah Serbalawan.
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, yang mewakili Bupati Simalungun. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa upaya penanganan banjir sebelumnya telah melibatkan berbagai pihak untuk melakukan penyekatan air di wilayah hulu agar aliran tidak langsung menuju kawasan pasar bawah. Namun, hasilnya belum optimal.
“Melalui paparan konsultan dari Universitas Sumatera Utara (USU), kita berharap memperoleh kajian komprehensif sebagai dasar penanganan banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Sekda.
Ia menegaskan, persoalan banjir di Serbalawan belum pernah tuntas karena belum adanya kajian teknis yang tepat sebagai landasan kebijakan. Meski membutuhkan waktu, kajian tersebut harus menghasilkan solusi yang jelas dan terarah, dengan prinsip menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan persoalan baru.
Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Balai Wilayah Sungai (BWS), pemerintah kecamatan dan nagori, hingga pihak swasta seperti PT Bridgestone dan PTPN. Kajian akan mencakup pengelolaan lingkungan, termasuk penentuan lokasi Tempat Penampungan Sampah (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), agar persoalan sampah tidak memperparah kondisi banjir.
Normalisasi Sungai Sikkam turut menjadi perhatian utama. Mengingat kewenangannya berada pada BWS, Pemkab Simalungun akan menyurati BWS secara resmi, bahkan hingga kementerian terkait, agar titik-titik kritis yang memicu banjir dapat segera ditangani.
Dalam rakor tersebut, Tim Lembaga Penelitian USU selaku konsultan memaparkan hasil kajian awal terkait penyebab banjir tahunan di Serbalawan. Perwakilan tim, Ivan Indrawan, menjelaskan bahwa penanganan banjir memerlukan upaya terpadu melalui analisis kondisi eksisting, survei lapangan, pola aliran limpasan, serta perencanaan teknis yang tepat.
Sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain konservasi embung di alur limpasan kebun Bridgestone, pembangunan longstorage di parit perbatasan kebun, pembuatan sumur resapan di kawasan perumahan Dolok Maraja, serta rorak di area kebun Pondok Baru Dolok Silangit untuk menahan laju limpasan air.
Selain itu, disarankan pembangunan sudetan atau diversion untuk membagi debit aliran, normalisasi parit dan sungai mati, perbaikan sistem drainase permukiman, peningkatan kapasitas box culvert di jalur lintas strategis, serta perbaikan bendungan dan pintu air PLTA dan irigasi guna melancarkan aliran Sungai Baskam.
Rakor ditutup dengan sesi diskusi dan kesepakatan bahwa pada Januari 2026 akan dibentuk sejumlah tim teknis yang dikoordinasikan lintas sektor, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai leading sector penanganan banjir Serbalawan.(Ril)





