Nasional

Mengapa Makanan Berkarbohidrat Dapat Menaikkan Kadar Gula Darah? Ini Penjelasan Ahlinya

141
×

Mengapa Makanan Berkarbohidrat Dapat Menaikkan Kadar Gula Darah? Ini Penjelasan Ahlinya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, 12 Oktober 2025 — Banyak orang mengetahui bahwa makanan berkarbohidrat seperti nasi, roti, mie, dan kentang dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, tidak semua memahami mengapa hal itu bisa terjadi. Para ahli gizi dan endokrinologi menjelaskan bahwa peningkatan kadar gula darah setelah mengonsumsi karbohidrat adalah proses alami tubuh dalam memperoleh energi.

Menurut Dr. Rini Kusuma, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Saat dikonsumsi, karbohidrat akan dipecah menjadi gula sederhana, terutama glukosa, yang kemudian masuk ke aliran darah.

“Begitu kita makan nasi atau makanan berkarbohidrat lainnya, enzim pencernaan di usus akan memecahnya menjadi glukosa. Glukosa inilah yang kemudian diserap oleh darah dan menyebabkan kadar gula meningkat,” jelas Dr. Rini.

Kadar gula darah yang meningkat ini akan merangsang pankreas untuk melepaskan hormon insulin. Hormon insulin berfungsi membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi energi. Dalam kondisi normal, proses ini berjalan seimbang — gula darah naik setelah makan dan kembali turun setelah beberapa waktu.

Namun, pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes melitus, kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah terganggu. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah tetap tinggi meski insulin sudah diproduksi.

“Jika seseorang sering mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah banyak — seperti nasi putih, gula pasir, atau minuman manis — kadar gula darahnya akan melonjak cepat. Lama-kelamaan, ini dapat membebani kerja pankreas,” tambah Dr. Rini.

Karbohidrat tidak semuanya sama. Para ahli membedakan antara karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana, seperti gula, sirup, dan tepung putih, cepat diserap tubuh dan menyebabkan lonjakan gula darah yang tinggi.

Karbohidrat kompleks, seperti beras merah, gandum utuh, ubi, dan oatmeal, dicerna lebih lambat sehingga kenaikan kadar gula darah lebih terkendali.

Ahli endokrinologi dari Universitas Indonesia, Prof. Bambang Hartono, SpPD-KEMD, menambahkan bahwa indeks glikemik (IG) suatu makanan juga berperan penting. Semakin tinggi indeks glikemiknya, semakin cepat makanan tersebut menaikkan kadar gula darah.

“Beras merah, misalnya, memiliki indeks glikemik rendah dibandingkan nasi putih. Karena itu, kadar gulanya tidak melonjak drastis,” ujarnya.

Untuk menjaga kestabilan gula darah, para ahli menyarankan agar masyarakat:

1. Mengontrol porsi karbohidrat, terutama jenis sederhana.

2. Mengombinasikan karbohidrat dengan protein dan serat, seperti sayur dan lauk pauk, agar penyerapan glukosa lebih lambat.

3. Berolahraga teratur, karena aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi.

4. Memilih karbohidrat kompleks, seperti umbi-umbian dan biji-bijian utuh.

Kementerian Kesehatan RI juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pola makan. Berdasarkan data Riskesdas 2023, prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat, sebagian besar dipicu oleh pola makan tinggi karbohidrat olahan dan kurangnya aktivitas fisik.

“Kita tidak harus menghindari karbohidrat, karena itu sumber energi utama tubuh. Tapi yang penting adalah kualitas dan jumlahnya,” tutup Dr. Rini.(Net)