Nasional

Mendorong Transparansi dan Ketahanan Pangan, Nagori Bosar Bayu Gelar Trial Pembangunan Saluran Tersier Dana Desa 

61
×

Mendorong Transparansi dan Ketahanan Pangan, Nagori Bosar Bayu Gelar Trial Pembangunan Saluran Tersier Dana Desa 

Sebarkan artikel ini
oplus_0

Edu Sitorus, Pangulu Bosar Bayu (nomor tiga dari kiri)

SIMALUNGUN – Pemerintah Nagori Bosar Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, melaksanakan kegiatan trial atau uji coba pembangunan saluran tersier di wilayah Bosar Toruan, Huta III. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program prioritas infrastruktur desa melalui pemanfaatan Dana Desa tahun anggaran 2025.

Edu Sitorus, Pangulu Bosar Bayu peletakan batu pertama

Pelaksanaan trial ini menandai langkah awal pembangunan fisik yang bertujuan untuk mendukung sistem irigasi pertanian, meningkatkan produktivitas lahan warga, dan menunjang ketahanan pangan di tingkat desa.

Pembangunan saluran tersier ini menggunakan spesifikasi tipe 70/90, dengan ukuran lebar 60 cm dan panjang 179 meter. Proyek tersebut dibiayai dari Dana Desa Kabupaten Simalungun Tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp198,7 juta. Rincian anggarannya terdiri dari biaya fisik sebesar Rp194 juta dan biaya umum sebesar Rp4,7 juta.

Doni Sinaga, Camat Kecamatan Hutabayu Raja

Camat: Proyek Berjalan Transparan dan Bebas Kecurigaan.

Camat Huta Bayu Raja, Doni Sinaga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek ini telah memenuhi unsur transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Ia menegaskan tidak ada celah atau ruang bagi praktik korupsi karena seluruh tahapan telah melibatkan masyarakat dan unsur pengawas lainnya.

“Kegiatan seperti ini penting untuk menunjukkan bahwa pemanfaatan Dana Desa bisa berjalan secara terbuka dan jujur. Semua elemen kita libatkan, mulai dari perencanaannya, pelaksanaannya, sampai pengawasannya. Kalau semuanya ikut terlibat, maka tidak ada celah untuk penyelewengan,” tegas Camat Doni.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Pangulu dan perangkat desa yang terus mendorong pembangunan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Pangulu Nagori Bosar Bayu, Edu Sitorus, dalam pernyataannya berharap agar pembangunan saluran ini tidak hanya menjadi proyek fisik semata, melainkan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Saluran ini bukan hanya parit biasa. Ini adalah jalur air yang bisa menjamin masa depan pertanian warga kita. Jika irigasi bagus, maka hasil panen meningkat. Kalau hasil panen baik, maka ketahanan pangan kita juga kuat. Ini mendukung program Presiden Prabowo Subianto tentang penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Edu

Edu juga menekankan pentingnya peran serta warga dalam pengawasan pelaksanaan proyek. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan masukan atau temuan di lapangan, baik dalam proses pengerjaan maupun pemanfaatan hasilnya nanti.

Pemerintah Nagori Bosar Bayu berharap pembangunan ini menjadi contoh positif bagi pelaksanaan Dana Desa yang berorientasi pada hasil dan dampak langsung ke masyarakat.

Trial proyek ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh agama, tokoh adat, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat Nagori  serta warga sekitar.  (Tp)