Nasional

Lapas Narkotika Pematangsiantar Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengenalan Benih Jagung Hibrida Pioneer P88

62
×

Lapas Narkotika Pematangsiantar Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengenalan Benih Jagung Hibrida Pioneer P88

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, melalui staf Seksi Kegiatan Kerja, turut serta dalam kegiatan sosialisasi pengenalan benih jagung hibrida Pioneer P88. Kegiatan ini juga diikuti oleh Koramil Raya dan sejumlah kelompok tani, pada Kamis (8/5/2025).

Ketua Kelompok Tani memberikan apresiasi atas inisiatif produsen benih jagung hibrida Pioneer P88 yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa benih Pioneer P88 memiliki kemampuan adaptasi yang baik di lahan tadah hujan, serta secara genetik terbukti lebih tahan terhadap penyakit bulai—salah satu penyakit utama tanaman jagung.

Sosialisasi ini menjadi momen pembelajaran yang penting bagi jajaran Seksi Kegiatan Kerja di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar. Informasi dan wawasan yang diperoleh akan sangat berguna dalam mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan yang direncanakan di lingkungan Lapas tersebut.

Lebih lanjut, jajaran Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar yang mengikuti kegiatan ini juga berencana untuk mulai menggunakan benih jagung hibrida Pioneer P88 dalam program Ketahanan Pangan di dalam Lapas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Serasi, S.H., M.H., menyatakan dukungannya terhadap rencana penggunaan benih Pioneer P88. Ia menilai bahwa langkah ini sejalan dengan upaya peningkatan hasil pertanian di Lapas dan merupakan bagian dari inovasi pembinaan kerja bagi warga binaan.

Ia juga berharap, dengan penggunaan benih Pioneer P88, hasil panen akan mengalami peningkatan yang signifikan. Terlebih, Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar sebelumnya telah melaksanakan dua kali panen jagung. Serasi menambahkan, program Ketahanan Pangan Nasional yang diinstruksikan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia menjadi bekal pengetahuan yang bermanfaat, baik bagi pegawai maupun warga binaan. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas panen secara berkelanjutan dan menjadi modal keterampilan yang berguna bagi warga binaan setelah mereka bebas nanti.(Rel)