SIMALUNGUN – Kondisi kebun kelapa sawit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN IV Regional II Unit Usaha Kebun Mayang, dinilai memprihatinkan. Perawatan tanaman yang kurang maksimal membuat hasil produksi sawit tidak mencapai target yang diharapkan perusahaan.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, khususnya di wilayah Afdeling III yang berbatasan langsung dengan Huta Pasar 8, Desa Teladan, terlihat tanaman kelapa sawit dipenuhi oleh gulma dan tanaman liar seperti kayu-kayuan. Kondisi ini tentu saja menghambat pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit dan berdampak pada produktivitas.

Tak hanya itu, hal yang mengundang perhatian adalah adanya sebuah kandang kambing yang berdiri di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik Kebun Mayang. Keberadaan kandang tersebut menimbulkan pertanyaan terkait pemanfaatan lahan HGU yang seharusnya difungsikan untuk kepentingan perkebunan.

Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Afdeling III Unit Kebun Mayang, pimpinan afdeling tidak berada di tempat. Salah seorang karyawan yang ditemui mengatakan bahwa pimpinan afdeling sedang berada di lapangan mendampingi tamu dari pihak Distrik.
“Asisten lagi di lapangan, mendampingi tamu dari Distrik, bang,” ujar karyawan tersebut singkat.

Kondisi berbeda justru terlihat di wilayah Afdeling II yang berdekatan dengan perumahan. Meski tidak dipenuhi gulma, tanaman kelapa sawit di wilayah ini tampak mengalami kerontokan pada daun pelepahnya, yang menandakan adanya persoalan kesehatan tanaman yang belum tertangani secara optimal.
Kondisi-kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan produktivitas kebun sawit yang selama ini menjadi salah satu andalan pendapatan PTPN IV Regional II. Perlu adanya perhatian serius dari pihak manajemen agar segera dilakukan pembenahan, baik dalam hal perawatan tanaman, pengendalian gulma, maupun pengelolaan aset lahan secara tepat guna. (Red(





