Berita Daerah

Ketua  PJS Toba Tuding Kasus Penganiayaan Wartawan Toba “Mandek”

61
×

Ketua  PJS Toba Tuding Kasus Penganiayaan Wartawan Toba “Mandek”

Sebarkan artikel ini

Toba – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Toba menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Sabar J. Manurung (SJM). Hingga Senin, 30 Juni 2025, kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan, dan belum ada penetapan tersangka terhadap dua terlapor: Leo Nainggolan (LN) dan Panca Nainggolan (PN). Informasi tersebut diperoleh langsung dari pihak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Toba.

 

Ketua DPC PJS Toba, Berlin Marpaung, kepada awak media menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa pihaknya menduga adanya upaya negosiasi di balik lambannya penanganan kasus.

“LN dan PN sudah melakukan negosiasi angka cantik agar proses diperlambat. Negosiasi dilakukan melalui oknum di Polres Toba yang menjadi mediator. Hari ini, LN dan PN sudah bertemu dengan SJM di Kota Siantar. Tolong dicatat itu,” tegas Berlin pada Senin (30/6/2025).

 

Di sisi lain, Berlin juga menyoroti semakin maraknya aktivitas Galian C ilegal di Kabupaten Toba, khususnya di Desa Silamosik, Kecamatan Porsea. Menurutnya, praktik ilegal berupa pengambilan tanah urug (tanah timbun) tanpa izin badan usaha dan tanpa dokumen resmi jual beli, telah berlangsung selama lebih dari empat bulan.

“Saya yakin oknum di Polres Toba sudah menerima upeti. Ini jelas pelanggaran, dan tidak boleh dibiarkan,” katanya dengan nada geram. Berlin sendiri juga menjabat sebagai Kepala Biro Toba media Fokus Sumut.

Menyikapi situasi ini, Ketua DPC PJS Toba Berlin Marpaung bersama Penasehat DPC, Jhon Castell Siahaan, secara tegas mengutuk keras lambannya penanganan kasus penganiayaan serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami akan menyurati Propam Polda Sumut dan juga Kapolda Sumatera Utara untuk menyampaikan laporan resmi. Sampai di sini dulu, saya masih ada aktivitas lain,” tutup Berlin yang dikenal dengan postur tegap setinggi 175 cm itu.