Uncategorized

Ketua DPC PJS Sibolga–Tapteng Hadiri Tabur Bunga Korban Banjir Bandang Sibio-bio

145
×

Ketua DPC PJS Sibolga–Tapteng Hadiri Tabur Bunga Korban Banjir Bandang Sibio-bio

Sebarkan artikel ini

TAPANULI TENGAH – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Sibolga–Tapanuli Tengah, Yasiduhu Mendrofa atau yang akrab disapa Yasmend, menghadiri acara tabur bunga dan syukuran keluarga korban banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 di Dusun IV, Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Acara yang digelar Kamis (18/12/2025) di lokasi kejadian tersebut merupakan bentuk doa dan penghiburan bagi almarhum dan almarhumah A. Liber dan I. Liber (suami istri) serta Rahmat Jaya, yang merupakan kakak, kakak ipar, dan ponakan Yasmend.

Dalam sambutannya, Yasmend menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran masyarakat dan seluruh pihak yang turut memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak, ibu, dan saudara-saudara semua. Semoga arwah abang, kakak, serta ponakan kami diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Yasmend.

Acara tersebut dihadiri oleh keluarga korban, para paman, tokoh agama, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Padangsidimpuan selaku rekan almarhum Rahmat Jaya, rombongan KSP CU Dosnitahi Pinangsori, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar.

Ibadah dan doa dipimpin oleh Pdt. A. Rusu Zendrato, yang menyampaikan firman Tuhan sekaligus penguatan iman bagi keluarga korban.

“Tuhan berfirman, ‘Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman.’ Serahkan segala kesedihan kepada Tuhan dan percayalah, Dia akan menuntun kita melewati masa-masa sulit ini,” ungkapnya.

Usai tabur bunga, acara dilanjutkan dengan doa bersama serta penghiburan kepada keluarga agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi cobaan tersebut.

Dalam suasana haru, Yasmend juga menyampaikan pesan khusus kepada para ponakannya agar tetap menjaga persaudaraan dan saling mendukung satu sama lain.

“Sekarang kalian menjadi orang tua bagi adik kalian yang satu, Erni Satika. Tetaplah solid, saling menjaga, dan jangan menjauh dari keluarga. Walaupun orang tua sudah tiada, persaudaraan jangan sampai terputus,” tutur Yasmend.

Meski harus menempuh akses jalan yang rusak parah dan berisiko, acara tabur bunga dan syukuran tetap berjalan lancar dengan cuaca yang bersahabat.

Pada kesempatan itu, Yasmend juga menyoroti kondisi akses jalan menuju Desa Sibio-bio yang kini nyaris terputus akibat banjir bandang.

“Dulu masih bisa dilalui kendaraan roda dua, sekarang harus berjalan kaki dan menyeberangi beberapa titik sungai karena jembatan dan rambin sudah putus. Desa ini membutuhkan proses pemulihan yang cukup lama,” jelasnya.

Selain itu, kondisi penerangan juga memprihatinkan karena banyak tiang listrik tumbang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengangkut barang sejauh 5–6 kilometer dengan risiko tinggi.

“Sangat miris melihat warga harus menempuh jalan yang rumit dan berbahaya hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok,” tambahnya.

Oleh karena itu, Yasmend berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, dapat segera memberi perhatian serius terhadap pemulihan infrastruktur Desa Sibio-bio.

“Selama hampir 24 hari masyarakat bertahan hidup dalam kondisi sulit. Kami berharap pemerintah hadir dan memberikan solusinyata atas penderitaan warga,” pungkasnya.(Ril)