Berita Daerah

Karya Hita Festival Ditutup, Bupati Simalungun Buka Akses Pasar

77
×

Karya Hita Festival Ditutup, Bupati Simalungun Buka Akses Pasar

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih resmi menutup Karya Hita Festival 2026 sekaligus meluncurkan Sinergi Program Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Minggu (4/10/2026).

Karya Hita Festival 2026 yang berlangsung 2–4 Oktober 2026 tersebut diinisiasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun. Mengusung tema “Harmoni Simalungun untuk Indonesia”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi dalam pengembangan budaya, kreativitas, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Penutupan festival diisi berbagai kegiatan, di antaranya bincang santai dan demo masak bersama Chef Marinka, lokakarya kerajinan tangan, final Kompetisi Juru Masak Halal (Halal Chef Competition), peragaan busana, serta hiburan dari Gok Malau.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Karya Hita Festival 2026. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang bagi seniman, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

“Karya Hita adalah bukti bahwa Simalungun kaya akan budaya, kaya akan talenta, dan kaya akan kreativitas,” ujar Anton.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan Sinergi Program Tahun 2026 yang mencakup empat fokus utama, yakni pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi daerah, pengembangan desa wisata, serta penyelarasan usaha untuk ekspor kopi Simalungun melalui business matching.

Program pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses ekonomi. Sementara pengembangan ekonomi daerah difokuskan pada penguatan dan pengolahan potensi lokal agar memiliki nilai tambah serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Keberhasilan program jangan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari berapa banyak masyarakat yang usahanya berkembang, seberapa luas akses pasar yang terbuka, berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, dan seberapa besar peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Di sektor pariwisata, Pemkab Simalungun terus mendorong pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Potensi alam dan budaya Simalungun sebagai bagian dari kawasan Danau Toba diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Sementara melalui penyelarasan usaha ekspor kopi Simalungun, pemerintah berupaya membuka akses yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk memperkuat jaringan usaha serta menembus pasar internasional.

“Kopi Simalungun memiliki cita rasa khas yang telah diakui. Melalui agenda penyelarasan usaha ini, kita membuka jalur yang lebih luas bagi para petani kopi kita untuk menembus pasar ekspor internasional,” ungkapnya.

Bupati menegaskan, keberlanjutan seluruh program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga perbankan, dunia usaha, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

“Festival boleh berakhir, tetapi sinergi harus terus berjalan. Penutupan Karya Hita Festival bukanlah akhir, melainkan awal untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperkuat UMKM, mengembangkan desa wisata, serta membawa produk unggulan Simalungun menuju pasar yang lebih luas,” tegas Anton.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan bersama-sama membangun ekonomi dari desa, memperkuat UMKM, mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mendorong kopi Simalungun menjadi produk unggulan yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Simalungun, Sekda Mixnon Andreas Simamora didampingi Ketua DWP Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, jajaran Pemkab Simalungun, Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar beserta jajaran, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, petani dan pelaku usaha kopi, pengelola desa wisata, pelaku industri pariwisata, serta para tamu undangan.(Ril)