Nasional

Jembatan Kabanaran Diresmikan, Prabowo Dorong Penguatan UMKM & Wisata

134
×

Jembatan Kabanaran Diresmikan, Prabowo Dorong Penguatan UMKM & Wisata

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meresmikan empat proyek infrastruktur konektivitas lainnya secara hybrid dari berbagai daerah di Tanah Air.

Empat proyek lain yang turut diresmikan yakni Underpass Gatot Subroto di Provinsi Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Provinsi Kalimantan Barat, Underpass Joglo Surakarta di Jawa Tengah, serta Flyover Cangguk di provinsi yang sama. Total nilai pembangunan kelima proyek tersebut mencapai Rp1,97 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah fondasi penting dalam memperkuat pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Ini nanti akan mempermudah konektivitas, mempermudah akses ke daerah yang begitu indah, penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas. Kita juga mendengar adanya rencana untuk membangun kawasan ini agar mendukung pariwisata. Kita harus dorong pariwisata karena merupakan penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja yang sangat besar,” ujar Presiden.

Dorong Ekonomi, UMKM, dan Kawasan Wisata

Dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti nilai historis kawasan Kabanaran, termasuk peran Pangeran Mangkubumi di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya penataan terintegrasi untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan wisata.

“Alhamdulillah, tahun ini pariwisata kita meningkat 20 persen. Kita harapkan penataan kawasan bisa terintegrasi sehingga UMKM dapat kita bina, kita atur, ada kebersihan dan fasilitas yang baik. UMKM-lah yang nanti menjadi penggerak wisata,” jelas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas wisata, termasuk pembangunan hotel, harus tetap mempertimbangkan budaya dan lingkungan lokal. “Hotel-hotelnya akan disesuaikan dengan arsitektur yang cocok dengan budaya kita,” tambahnya.

Manfaat Besar Bagi Nelayan, Petani, dan Wisata Pesisir

Jembatan Kabanaran menjadi simpul penting konektivitas jalur selatan Jawa. Infrastruktur ini memperlancar akses masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh, sekaligus memperkuat jalur logistik di wilayah pesisir.

Keberadaan jembatan ini juga membantu aktivitas nelayan, petani garam, serta pelaku industri rumput laut yang membutuhkan jalur distribusi lebih efisien. Selain itu, sektor wisata pesisir diharapkan mendapatkan dampak positif melalui kemudahan akses menuju destinasi unggulan di wilayah selatan Yogyakarta.

“Terima kasih atas jerih payah semua pihak yang telah bekerja. Saya titip perawatan dan meminta jajaran PU untuk terus memastikan mutu dan ketepatan pelaksanaan proyek di seluruh Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.

Total Dua Jembatan, Dua Underpass, dan Satu Flyover

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam laporannya menjelaskan bahwa proyek-proyek yang diresmikan terdiri dari dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover di empat provinsi. “Total biaya yang kita keluarkan Rp1,97 triliun,” ujar Menteri Dody.

Selain untuk memperkuat konektivitas nasional, peresmian proyek ini juga menjadi langkah antisipatif pemerintah dalam menyambut tingginya mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Turut mendampingi Presiden dalam kesempatan tersebut yaitu Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

BPMI Setpres