Nasional

Hilang Sejak Minggu, Petani Lansia di Simalungun Ditemukan Meninggal di Ladang

695
×

Hilang Sejak Minggu, Petani Lansia di Simalungun Ditemukan Meninggal di Ladang

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Polsek Tanah Jawa bergerak cepat mengevakuasi jasad seorang lansia yang ditemukan meninggal dunia di area perladangan masyarakat Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Selasa (23/9/2025).

Korban diketahui bernama Ramli Siringo-ringo (69), seorang petani warga Nagori Pokan Baru. Ia sebelumnya dilaporkan hilang selama tiga hari dari rumahnya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban menderita penyakit pikun selama setahun terakhir.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., menjelaskan, informasi pertama diterima dari warga melalui Bhabinkamtibmas Aipda Vonsa TP Bolon sekitar pukul 10.00 WIB. “Begitu mendapat laporan, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan,” ujarnya.

Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh Ganda Butar-butar (59), seorang petani setempat. Ia melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan mengalami pembusukan di ladang milik warga.

Sementara itu, istri korban, Murni br Sinaga (69), menyebutkan bahwa suaminya terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Minggu (21/9/2025) pagi untuk pergi ke warung, namun tidak pernah kembali. Upaya pencarian keluarga selama tiga hari tidak membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan di ladang.

Proses olah TKP dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa Iptu Fritsel Sitohang, S.H., M.H., bersama tim yang melibatkan unit Inafis Polres Simalungun, aparat desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Huta Bayu Raja. Pemeriksaan luar oleh petugas medis Eti Suryanti br Simanjuntak, S.Keb. memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga melalui anaknya, Lisma br Siringo-ringo (44), menegaskan menerima kematian korban sebagai musibah akibat penyakit yang dideritanya, dan menyatakan tidak keberatan untuk tidak dilakukan autopsi.

“Kasus ini murni akibat kondisi kesehatan korban. Kami sudah melakukan prosedur lengkap, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, olah TKP, dan koordinasi dengan pihak terkait,” tutur Kapolsek.

Kompol Asmon Bufitra juga mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap anggota yang mengalami gangguan ingatan atau demensia. “Respons cepat warga melaporkan kejadian serta kerja sama semua pihak sangat membantu kelancaran penanganan,” pungkasnya.(Ril/741T)