NINGXIA — Sebuah proyek lingkungan di China berhasil mengubah ribuan hektare gurun tandus menjadi hutan hijau dalam waktu kurang dari dua dekade. Fenomena ini membuat para ilmuwan dunia tercengang dan menyebutnya sebagai salah satu keberhasilan rekayasa ekologi paling spektakuler di abad ini.
Proyek yang disebut “Green Wall of China” atau Tembok Hijau China dimulai pada awal tahun 2000-an sebagai upaya pemerintah untuk menahan laju gurun Gobi yang terus meluas ke wilayah pemukiman. Dengan memanfaatkan teknologi penanaman berbasis mikroba tanah dan pengairan bawah permukaan, gurun yang dulu kering dan gersang kini berubah menjadi kawasan subur yang dipenuhi pepohonan poplar dan semak hijau.
“Bayangkan, tempat yang dulu tidak bisa ditumbuhi rumput kini menjadi hutan lebat dengan burung, rusa, dan sumber air alami,” ujar Profesor Li Xue, ahli lingkungan dari Universitas Lanzhou, saat diwawancarai media lokal. “Kita benar-benar membuktikan bahwa manusia bisa menaklukkan gurun tanpa harus menghancurkan ekosistem.”
Selain berdampak pada lingkungan, perubahan ini juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Banyak penduduk yang dulunya menggantungkan hidup dari beternak unta kini beralih menjadi petani buah dan sayuran, bahkan membuka ekowisata yang menarik ribuan wisatawan setiap tahun.
Organisasi Lingkungan Dunia (WEO) menyebut proyek ini sebagai “keajaiban ekologis abad ke-21”, dan menjadi inspirasi bagi beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah yang sedang berjuang melawan desertifikasi.
“Ini bukan sekadar menanam pohon,” tambah Profesor Li. “Ini tentang menanam harapan di tengah pasir.”(net)





