JAKARTA – Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) secara resmi menetapkan Frans Ansanay sebagai Ketua Umum periode 2025–2030 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Kamis (19/6/2025). KLB ini sekaligus mengukuhkan komitmen kuat seluruh relawan dalam mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sebanyak 38 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia hadir dalam KLB yang dibuka oleh Ketua Umum demisioner, Utje Gustaaf Patty. Dalam suasana demokratis, lima bakal calon ketua umum—Dr. Adli Abdullah, Dr. Affandy, dr. Relly Reagen, Warsun, dan Frans Ansanay—sepakat untuk menunjuk Frans secara aklamasi.
“Kami memilih Frans Ansanay karena beliau memiliki kemampuan untuk merangkul semua pihak dan menyatukan barisan,” ujar Ketua Majelis Sidang KLB, Sihol Manullang, yang juga Ketua Umum BaraJP periode 2013–2019.
Dalam pidato perdananya, Frans menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi serta mendukung program-program nasional. Ia menekankan bahwa BaraJP harus menjadi bagian yang aktif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui dukungan terhadap kebijakan Prabowo-Gibran.
“Kami siap mendukung Presiden Prabowo dalam menuntaskan program perbaikan gizi dan pembangunan ekonomi kerakyatan. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) harus kita kawal hingga menyentuh akar rumput,” tegas Frans.
Frans juga menambahkan bahwa seluruh pengurus BaraJP di 38 provinsi diwajibkan untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program-program nasional, serta mendorong literasi di masyarakat. “Kami akan memajukan literasi membaca, menulis, mendengar, dan berbicara di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Frans menegaskan bahwa BaraJP bukanlah relawan musiman, melainkan mitra strategis pemerintah. Ia bertekad untuk mengonsolidasikan seluruh DPW dan DPC guna menyusun program kerja jangka panjang yang selaras dengan visi Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
KLB ini menandai babak baru dalam perjalanan BaraJP, yang sebelumnya dikenal sebagai Barisan Relawan Jokowi Presiden sejak berdiri pada 15 Juni 2013. Setelah masa kepemimpinan Jokowi berakhir, organisasi ini bertransformasi menjadi Barisan Relawan Jalan Perubahan yang siap mengawal pemerintahan baru menuju Indonesia Emas 2045. (Rel)





