Nasional

Dua Bulan Lebih, Korban Longsor Tapteng Belum Dievakuasi

170
×

Dua Bulan Lebih, Korban Longsor Tapteng Belum Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

TAPTENG –  Keluarga korban jiwa bencana longsor di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengajukan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur Sumatera Utara, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, serta instansi terkait penanggulangan bencana. Surat tersebut berisi permohonan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata berupa pencarian dan evakuasi korban jiwa yang hingga kini belum ditemukan.

Perwakilan keluarga korban, Ratakan Zendato, kepada kru Metro-online.co, Jumat pagi (6/2/2026), menyampaikan bahwa lebih dari dua bulan pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025, pihak keluarga belum melihat adanya upaya lanjutan pencarian terhadap orang tua mereka, Radina Mendrofa, yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

Keluarga menilai anggapan yang menyebut tuntutan mereka hanya bersifat emosional tidak menyentuh akar persoalan. Menurut mereka, permintaan pencarian dan evakuasi merupakan hak dasar korban dan keluarga, sekaligus bentuk kehadiran negara dalam situasi bencana.

“Kami tidak membutuhkan bantahan atau pernyataan penguatan. Yang kami harapkan adalah tindakan nyata berupa pencarian dan evakuasi korban jiwa yang belum ditemukan,” ujar Ratakan Zendato dalam keterangan tertulisnya.

Keluarga korban juga menyoroti minimnya keterlibatan tim evakuasi resmi sejak awal kejadian. Mereka mengungkapkan bahwa proses pencarian terhadap dua korban sebelumnya—ayah dan adik korban—lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh keluarga bersama masyarakat setempat. Hingga kini, satu korban lainnya masih belum ditemukan, sementara upaya pencarian terus dilakukan keluarga dengan kemampuan yang sangat terbatas.

Menurut keluarga, sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan, tidak terlihat adanya operasi pencarian dan evakuasi yang aktif, terencana, dan berkelanjutan oleh tim resmi. Kondisi tersebut dinilai semakin menambah beban psikologis keluarga yang masih menunggu kepastian.

Dalam surat terbuka tersebut, keluarga korban secara khusus meminta perhatian Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, agar mengakomodasi permohonan mereka serta menjalankan kewenangan sesuai peraturan dan instruksi penanggulangan bencana yang berlaku.

Sementara itu, kru Metro-online.co telah meneruskan surat terbuka tersebut kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Leo Sinaga, melalui pesan WhatsApp pribadi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak BPBD.

Kru media ini juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah dijadwalkan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut bersama keluarga korban. Namun pada waktu yang telah ditentukan, Kepala BPBD diketahui sedang berada di luar kota. Pihak keluarga berharap, setelah yang bersangkutan kembali, agenda pembahasan tersebut dapat segera dilaksanakan.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban mengaku masih belum memperoleh kejelasan terkait tindak lanjut pencarian korban jiwa. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan kepastian, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga terdampak bencana.(Ril)