Internasional

Diplomasi Prabowo Turunkan Tarif AS dan Buka Investasi Mineral Kritis

75
×

Diplomasi Prabowo Turunkan Tarif AS dan Buka Investasi Mineral Kritis

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON DC – Diplomasi ekonomi yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington D.C., Amerika Serikat, membuahkan hasil konkret berupa penurunan tarif perdagangan hampir 50 persen, dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen. Capaian tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada awak media di Washington D.C., Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Teddy, penurunan tarif tersebut telah dituangkan dalam perjanjian resmi yang ditandatangani langsung dalam rangkaian pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, Indonesia juga memperoleh fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di sektor pertanian dan industri strategis, seperti kopi, kakao, minyak kelapa sawit, dan semikonduktor.

Teddy menjelaskan, pertemuan bilateral tersebut menjadi momen penting di tengah padatnya agenda inaugural Board of Peace yang dihadiri lebih dari 15 kepala negara dan kepala pemerintahan. Dari seluruh pemimpin yang hadir, Presiden Prabowo disebut menjadi satu-satunya kepala negara yang melaksanakan pertemuan bilateral langsung dengan Presiden Trump.

Usai penandatanganan perjanjian, kedua pemimpin negara melanjutkan pembahasan dalam pertemuan tertutup selama kurang lebih 30 menit. Sejumlah isu strategis dibahas dalam suasana konstruktif dan produktif. Pemerintah pun berharap ke depan akan ada perkembangan lebih lanjut yang semakin menguntungkan Indonesia.

Diplomasi Presiden Prabowo di Washington menegaskan komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional melalui pendekatan langsung di tingkat pemimpin negara. Kesepakatan tersebut membuka ruang lebih luas bagi ekspansi produk Indonesia di pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi internasional.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga membuka peluang investasi lebih luas bagi perusahaan Amerika Serikat di sektor mineral kritis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi nasional serta kepentingan strategis Indonesia.

Bahlil menyampaikan bahwa investasi difokuskan pada pengembangan nikel, logam tanah jarang, dan mineral kritis lainnya, dengan tetap mendukung agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Pemerintah memberikan ruang investasi yang setara bagi seluruh negara, termasuk Amerika Serikat, sepanjang mematuhi aturan nasional dan tidak membuka kembali ekspor bahan mentah.

Ia mencontohkan skema kerja sama yang telah berjalan sebelumnya, seperti dengan Freeport-McMoRan, di mana proses pemurnian dilakukan di dalam negeri sebelum hasilnya diekspor. Pemerintah juga telah memetakan sejumlah wilayah pertambangan prospektif yang akan ditawarkan kepada investor guna menjaga momentum hubungan ekonomi strategis kedua negara.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis yang semakin vital bagi industri energi masa depan.

Melalui pendekatan diplomasi dan kebijakan investasi yang terukur, Indonesia menegaskan diri sebagai mitra strategis yang terbuka terhadap kerja sama global, namun tetap berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam dan konsisten menjalankan agenda hilirisasi nasional.

BPMI Setpres