Berita Daerah

Demo di Polres Dairi, Massa Desak Pelaku Kekerasan Pangguruan Ditangkap

699
×

Demo di Polres Dairi, Massa Desak Pelaku Kekerasan Pangguruan Ditangkap

Sebarkan artikel ini

DAIRI – Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Aliansi Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Senin (14/9/2026). Aksi yang berlangsung di tengah gerimis tersebut berjalan aman dan terkendali.

Massa aksi membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan tuntutan terkait penanganan kasus kekerasan, pengeroyokan, serta pembakaran alat berat excavator yang terjadi pada Sabtu (29/8/2026) di Desa Pangguruan Tombak Lama, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

Pimpinan aksi, Jonatan Panggabean, dalam orasinya menyoroti lambannya penanganan kasus tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian segera menangkap pihak yang disebut sebagai otak pelaku maupun para eksekutor.

“Kami meminta dalam 1×24 jam otak pelaku dan seluruh eksekutor ditangkap. Jangan ada tebang pilih dalam penegakan hukum,” tegas Jonatan dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sembilan tuntutan. Di antaranya meminta jaminan keamanan bagi korban dan saksi, pembentukan tim independen oleh Bupati Dairi untuk menyelesaikan konflik tanah adat alm. Patjingir Sihotang yang berkaitan dengan perkara tahun 1963, 1968 dan 2006, serta penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam persoalan mafia tanah.

Massa juga meminta Pengadilan Negeri (PN) Sidikalang memberikan klarifikasi terkait keabsahan putusan perkara tanah tahun 1963, 1968 dan 2006 serta menolak segala bentuk intervensi dalam proses persidangan.

Selain itu, mereka mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dairi membekukan dan membatalkan sertifikat yang berada di atas lahan sengketa serta melakukan audit administrasi secara terbuka. BPN juga diminta memberikan kepastian hukum agraria dan melindungi hak masyarakat adat.

Jonatan menegaskan, apabila penanganan perkara tersebut berjalan lamban, pihaknya menilai Polres Dairi gagal memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Menyikapi tuntutan massa, Kabag Ops Polres Dairi yang mewakili Kapolres Dairi menerima langsung perwakilan peserta aksi. Karena kondisi hujan, pertemuan kemudian dilakukan di Aula Polres Dairi.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kapolsek Sumbul dan Kanit Pidum. Kabag Ops menegaskan bahwa pihaknya akan menangani perkara tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku demi menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat.

Ia juga meminta masyarakat bersabar dan mempercayakan proses hukum kepada penyidik, mengingat perkara tersebut telah ditangani melalui tahapan penyidikan.

“Jika proses hukum sudah berjalan dan penyidikan telah dilakukan, kami berharap masyarakat bersabar menunggu perkembangan selanjutnya. Semuanya ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian, massa kemudian membubarkan diri dan meninggalkan Mapolres Dairi dengan tertib. Aksi berlangsung aman hingga selesai.(CN)