Nasional

BKSDA Pastikan Bangkai Satwa di Girsang Bukan Harimau Sumatra

149
×

BKSDA Pastikan Bangkai Satwa di Girsang Bukan Harimau Sumatra

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Warga Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sempat dihebohkan dengan temuan bangkai satwa liar yang diduga Harimau Sumatra (HS), Minggu (25/1/2026). Informasi tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan media sosial, sehingga memicu kekhawatiran warga.

Menindaklanjuti kabar yang viral tersebut, Camat Girsang Sipangan Bolon Victor Sijabat bersama Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, SH, serta tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan pada Senin hingga Selasa (26–27/1/2026).

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk identifikasi bangkai satwa dan penyisiran area sekitar lokasi temuan untuk mencari jejak kaki yang mengindikasikan keberadaan Harimau Sumatra.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pematangsiantar, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, S.Hut., M.I.L., memastikan bahwa bangkai satwa tersebut bukan Harimau Sumatra, melainkan macan akar.

“Berdasarkan hasil identifikasi ciri fisik, ukuran tubuh, serta pola bulu, satwa yang ditemukan adalah macan akar. Selain itu, dalam radius sekitar 500 meter dari lokasi, kami tidak menemukan jejak kaki Harimau Sumatra,” jelas Elvina.

Ia menambahkan, meski macan akar juga termasuk satwa liar yang dilindungi dan hidup di kawasan hutan, ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dan tingkat bahayanya tidak seperti Harimau Sumatra. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak panik berlebihan.

Elvina juga mengimbau warga untuk turut menjaga kelestarian satwa liar dengan tidak melakukan perburuan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatra.

Senada dengan itu, Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan menyatakan bahwa hasil penyisiran bersama masyarakat tidak menemukan indikasi keberadaan Harimau Sumatra di sekitar lokasi.

“Kami tetap berkoordinasi dengan BKSDA untuk langkah-langkah lanjutan demi memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Girsang Sipangan Bolon Victor Sijabat kembali menegaskan hasil identifikasi BKSDA bahwa bangkai satwa tersebut adalah macan akar. Ia menyebutkan, pihak kecamatan, kepolisian, dan BKSDA telah melakukan koordinasi dan pengecekan bersama tanpa menemukan tanda keberadaan Harimau Sumatra.

Victor pun mengimbau masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap waspada, serta segera berkoordinasi dengan aparat dan instansi terkait apabila menemukan bukti atau tanda yang mengarah pada keberadaan Harimau Sumatra.(Ril)