SIMALUNGUN –
Di balik keindahan panorama Danau Toba di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, terselip persoalan infrastruktur yang memprihatinkan. Salah satunya kondisi Jalan Pendidikan, yang setiap pagi menjadi titik kemacetan parah akibat sempitnya ruas jalan.

Setiap hari, ribuan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) harus menempuh kemacetan sepanjang lebih dari 1,5 kilometer. Kondisi ini membuat banyak siswa datang terlambat ke sekolah, sementara para orang tua kesulitan mengantar anak mereka sampai ke halaman sekolah.
“Jalan Pendidikan itu sangat sempit. Orang tua siswa kadang hanya bisa mengantar sampai di simpang saja. Bayangkan, ada dua ribu lebih siswa yang sekolah di sana. Kalau pagi hari, macetnya luar biasa,” keluh Bakara, salah satu orang tua siswa, kepada wartawan, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Kondisi serupa juga diakui oleh salah seorang guru di kawasan tersebut. Menurutnya, kemacetan di pagi dan siang hari sudah menjadi hal biasa, apalagi ketika puluhan angkutan kota (angkot) masuk bersamaan ke kawasan sekolah.
“Siswa kadang ada yang terlambat karena macet. Orang tua pun banyak yang tidak bisa mengantar sampai ke gerbang sekolah. Saat jam pulang, situasinya juga padat karena angkot berebut menjemput siswa,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Sijabat, membenarkan bahwa Jalan Pendidikan sudah lama menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Ia menyebut pihaknya telah beberapa kali mengusulkan perbaikan dan pelebaran jalan tersebut kepada pemerintah kabupaten.
“Sebenarnya setiap tahun sudah kami prioritaskan untuk diperbaiki. Jalan Pendidikan memang sangat sempit. Di sana ada sekolah negeri — SD, SMP, dan SMA — serta beberapa hotel berbintang yang menambah volume kendaraan,” jelas Viktor saat ditemui di rumah dinasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, selain sempit, kondisi Jalan Pendidikan juga mulai rusak di beberapa titik. Lubang dan penyempitan di sejumlah sisi jalan kerap menyulitkan kendaraan besar, seperti bus pariwisata yang melintas.
Tak jarang, bus pariwisata yang hendak masuk ke kawasan tersebut harus mundur jauh karena berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan. Situasi ini tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan ringan di jalur sempit tersebut.

Warga berharap, Pemkab Simalungun segera merealisasikan pelebaran dan perbaikan Jalan Pendidikan agar aktivitas ribuan pelajar serta masyarakat di kawasan Parapat dapat berlangsung lebih lancar dan aman.(741T)





