Berita Daerah

Acara Potong B2 di Sekolah Dairi Tuai Keresahan, Pemkab Ambil Tindakan

402
×

Acara Potong B2 di Sekolah Dairi Tuai Keresahan, Pemkab Ambil Tindakan

Sebarkan artikel ini

DAIRI – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah guru dan siswa SMPN 1 Siempat Nempu memotong daging B2 (babi) di teras sekolah beredar luas di media sosial pada Rabu (10/12). Aksi tersebut memicu keresahan dan kritik dari masyarakat karena dinilai tidak mencerminkan etika toleransi beragama di lingkungan pendidikan.

Dalam video yang diunggah oleh seorang pegiat media sosial itu, terlihat para guru dan siswa bergotong royong memotong daging untuk keperluan resepsi perayaan Natal. Aktivitas tersebut dinarasikan seolah menjadi agenda yang dinantikan penuh sukacita, namun dilakukan tanpa mempertimbangkan keberagaman keyakinan di sekolah.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Bancin, ST, menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa kegiatan pemotongan daging, termasuk untuk perayaan Nataru, tidak dibenarkan dilakukan di lingkungan sekolah.

“Pemotongan daging untuk resepsi Natal di sekolah dilarang dan tidak dibenarkan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi. Lingkungan sekolah bukan tempat untuk kegiatan seperti itu. Kita harus menjaga toleransi umat beragama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi untuk memeriksa guru-guru yang terlibat serta memberikan teguran sesuai ketentuan.

Di sisi lain, masyarakat di media sosial menilai pihak Dinas Pendidikan kurang peka dalam merespons peristiwa ini. Pelaksana Kepala Dinas Pendidikan, Mariadi Simanjorang, disebut memberikan jawaban yang terkesan menyepelekan, seakan tidak melihat adanya masalah bagi dunia pendidikan.

Saat ini, Mariadi Simanjorang diketahui tengah mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi, untuk posisi di Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial. Hal ini turut memunculkan pertanyaan publik mengenai sensitivitas dan kepedulian calon pejabat eselon II tersebut terhadap isu-isu pendidikan.

Masyarakat berharap persoalan sensitif seperti ini ditangani secara cepat dan bijak, bukan justru dibiarkan dengan alasan kepala sekolah sedang sakit. Kekhawatiran muncul bahwa kebiasaan serupa akan terus terjadi di sekolah lain di Kabupaten Dairi apabila tidak ada tindakan tegas dan pembinaan menyeluruh.(CN)