Uncategorized

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Sinode Am GKPI XXIV, Wamenkumham Otto Hasibuan Resmi Membuka Kegiatan

210
×

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Pembukaan Sinode Am GKPI XXIV, Wamenkumham Otto Hasibuan Resmi Membuka Kegiatan

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menghadiri pembukaan Sinode Am Periode (SAP) XXIV Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Tahun 2025, yang digelar di GKPI Center, Komplek Panti Asuhan Mamre, Jalan H. Ulakma Sinaga, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Selasa (14/10/2025) sore.

Kegiatan akbar lima tahunan GKPI tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenkumham Impas) Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M.

Acara diawali dengan prosesi dan ibadah bersama yang diikuti Otto Hasibuan, Wesly Silalahi, unsur Forkopimda, serta ribuan jemaat GKPI dari berbagai daerah.

Apresiasi Pemerintah Kota

Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran GKPI yang dinilainya telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mewartakan Injil serta memperkuat kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Dengan tema ‘Beritakanlah Injil ke Seluruh Makhluk’ (Markus 16:15), Sinode ini menjadi panggilan yang sangat relevan di tengah dinamika zaman yang kita hadapi,” ujar Wesly.

Ia menegaskan bahwa tugas pemberitaan Injil bukan hanya tanggung jawab para rohaniawan, tetapi juga seluruh umat untuk menjadi terang dan garam bagi dunia.

Lebih lanjut, Wesly menyoroti subtema Sinode Am GKPI, yakni “Meningkatkan Peran Serta GKPI dalam Misi Holistik di Tengah-tengah Gereja dan Masyarakat.” Menurutnya, hal itu sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam membangun masyarakat yang beriman, berdaya, dan harmonis.

“Misi holistik berarti pelayanan yang utuh — tidak hanya secara rohani, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sinergi Gereja dan Pemerintah

Di hadapan ribuan jemaat, Wesly menegaskan bahwa Sinode Am GKPI harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara iman dan tindakan nyata, antara gereja dan masyarakat, serta antara pelayanan rohani dan pembangunan sosial.

“Kabar baik Kristus harus terpancar melalui kehidupan yang membawa kasih, damai, dan kepedulian bagi sesama,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar akan terus membuka diri untuk berkolaborasi dengan lembaga-lembaga keagamaan, termasuk GKPI, dalam membangun kota yang inklusif dan berkeadaban.

“Nilai-nilai spiritual harus menjadi dasar dalam setiap langkah pembangunan,” tutup Wesly.

Pesan Wamenkumham Otto Hasibuan

Dalam kesempatan itu, Wamenkumham Impas Prof. Dr. Otto Hasibuan menekankan bahwa Sinode bukan sekadar forum pemilihan pimpinan, tetapi juga pergumulan rohani bersama Roh Kudus dalam menentukan arah pelayanan gereja.

“Seorang bishop bukanlah jabatan kehormatan atau kekuasaan, melainkan tanggung jawab, keteladanan, dan pelayanan,” pesan Otto Hasibuan.

Sebelumnya, Ketua Panitia SAP XXIV GKPI Pdt. Leonardo Siregar menyampaikan harapan agar pelaksanaan Sinode yang berlangsung 14–19 Oktober 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi gereja dan jemaat.

“Kiranya seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan Sinode Am GKPI XXIV antara lain:  Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Darwin Darmawan,

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi, Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rinto Leoni Manullang, S.H., M.H.,dan Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Simamora.(TP)